Pemberitaan Respons Pemerintah Turki Atas Seruan Perdamaian Abdullah Öcalan Dalam Media Al Jazeera: Analisis Pembingkaian
Tanaya Raras Anindita, Dr. Arief Ma'nawi, S.S., M.Hum.
2026 | Skripsi | SASTRA ARAB
Media massa internasional memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap dinamika konflik dan penyelesaian perdamaian di suatu wilayah. Dalam konteks geopolitik Timur Tengah, narasi yang dibentuk media dapat memperkuat atau melemahkan legitimasi tindakan negara terhadap kelompok oposisi. Penelitian ini memusatkan perhatian pada analisis pembingkaian yang dilakukan oleh Al Jazeera terhadap respons Pemerintah Turki atas seruan perdamaian Abdullah Öcalan pada tahun 2025. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan teori pembingkaian model Pan dan Kosicki, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perangkat pembingkaian yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris yang digunakan Al Jazeera dalam mengonstruksi realitas tersebut. Pendekatan ini membedah teks berita disusun untuk menonjolkan perspektif tertentu di tengah konflik yang telah berlangsung selama empat dekade. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al Jazeera secara konsisten membangun narasi ketegasan dan dominasi politik pemerintah Turki. Pemerintah Turki digambarkan sebagai pihak yang memegang kendali penuh, tidak berkompromi dengan kelompok yang dilabeli "teroris" yaitu PKK, serta memposisikan perdamaian sebagai kondisi yang hanya dapat dicapai melalui ketundukan total kelompok PKK dan pelucutan senjata tanpa syarat, alih-alih melalui negosiasi politik yang setara.
Kata Kunci: pembingkaian, respons Pemerintah Turki, Al Jazeera, seruan perdamaian.
International mass media plays a crucial role in shaping public views on conflict dynamics and peace resolutions in a region. In the geopolitical context of the Middle East, narratives constructed by the media can either reinforce or undermine the legitimacy of state actions against opposition groups. This research focuses on the framing analysis conducted by Al Jazeera regarding the Turkish Government's response to Abdullah Öcalan's call for peace in 2025. Using a qualitative descriptive approach based on Pan and Kosicki's framing theory, this study aims to analyze the framing devices including syntactic, script, thematic, and rhetorical structures employed by Al Jazeera in constructing this reality. This approach examines how news texts are structured to highlight specific perspectives amidst a conflict that has persisted for four decades. The results of this study indicate that Al Jazeera consistently builds a narrative of firmness and political dominance of the Turkish government. The Turkish government is portrayed as holding full control, uncompromising with the group labeled as "terrorist," namely the PKK, and positioning peace as a condition achievable only through the total submission and unconditional disarmament of the PKK, rather than through equal political negotiation.
Keyword : framing, Turkish Government response, Al Jazeera , peace call.
Kata Kunci : Pembingkaian, respons Pemerintah Turki, Al Jazeera, seruan perdamaian.