Laporkan Masalah

The Subversive Child and Power of Imagination: Challenging Authority in Salman Rushdie's Haroun and the Sea of Stories

Maura Thirza Azzahra, Dr. Rahmawan Jatmiko, S.S., M.A.

2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Penelitian in imenganalisis Haroun dalam Haroun and the Sea of Stories (1990) karya Salman Rushdie sebagai figur subversif yang melakukan perlawanan melalui imajinasi dan keberanian, alih-alih melalui kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam (close reading) sebagai pendekatan utama, serta mengaplikasikan konsep subversif pada sastra anak dari Alison Lurie. Analisis ini menelaah bagaimana Haroun menantang otoritas yang membungkam melalui sikap mempertanyakan, menggunakan imajinasi, dan tindakan pragmatis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Haroun merepresentasikan konsep subversi anak menurut Alison Lurie, yaitu menantang norma masyarakat dewasa yang dominan, keberpihakan narasi pada anak dibandingkan figur orang tua, serta penggunaan fantasi dan satir untuk mengkritik realitas. Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji bagaimana imajinasi berfungsi sebagai alat subversi. Penelitian ini menunjukkan bahwa imajinasi sebagai cara pandang anak, bentuk resistensi naratif, dan sarana pemulihan praktik bercerita yang berperan dalam melawan sensor. Haroun and the Sea of Stories merepresentasikan subversi sebagai bentuk perlawanan imajinatif dengan menempatkan anak sebagai agen subversif yang mampu menantang otoritas, penolakannya terhadap pembungkaman, serta tekadnya untuk memperbaiki Sea of Stories yang telah diracuni menunjukkan bahwa subversi dalam novel ini diwujudkan melalui keberanian imajinatif, bukan melalui kekerasan. 

This study analyzes Haroun's portrayal in Salman Rushdie's Haroun and the Sea of Stories (1990) as a subversive figure whose defiance operates through imagination and moral courage instead of violence. This research utilizes a qualitative method, primarily employing close reading, to analyze Haroun's portrayal through Alison Lurie's concept of the subversive child. It examines how Haroun challenges authoritarian silence through questioning, imagination, and pragmatic action. The analysis demonstrates that Haroun embodies Alison Lurie's concept of subversive child who challenges mainstream adult society, the narrative's alignment with the child against flawed parental figures, and the use of fantasy or satire to critique reality. Furthermore, this study examines how imagination serves as a tool of subversion. The research reveals that imagination as childlike worldview, narrative resistance, and the restoration of storytelling resists censorship. Haroun and the Sea of Stories portrays subversion as imaginative resistance, portraying the child as a subversive agent capable of challenging authority through imagination and courage. Haroun's persistent questioning of authority, his rejection of the silence, and his determination to repair the poisoned Sea of Stories illustrate how subversion is enacted through imaginative courage rather than violence.

Kata Kunci : Subversion, Imagination, Alison Lurie, Narrative Resistance, Storytelling, Children Literature

  1. S1-2026-497930-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497930-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497930-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497930-title.pdf