Pengaruh Program Forced Molting pada Ayam Murung Panggang X Kampung Unggul Balitbangtan F3 terhadap Produksi Telur
Maulida Azelia, Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan program forced molting terhadap
produksi telur ayam generasi ketiga (F3) hasil persilangan Murung Panggang dengan Kampung Unggul Balitbangtan (KUB),
serta membandingkan respon produksi telur antara ayam persilangan Murung
Panggang dengan KUB-1 dan Murung Panggang dengan KUB-2. Penelitian ini
dilaksanakan di Dusun Sambirejo, Desa Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten
Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Desember 2024 sampai Februari
2025. Program forced molting dilakukan melalui pemuasaan pakan selama
delapan hari, dilanjutkan pemberian pakan bekatul dan pakan komersial PAR-L I
secara bertahap. Parameter yang diamati meliputi jumlah telur, bobot telur, dan
warna kerabang telur. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji independent
t-test dengan bantuan SPSS Statistics 27 for Windows. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan program forced molting mampu
mengembalikan produksi telur pada ayam hasil persilangan Murung Panggang dengan
KUB F3. Pada parameter jumlah telur dan warna kerabang telur, kedua kelompok
persilangan menunjukkan pola yang relatif serupa. Sementara itu, pada parameter
bobot telur, ayam persilangan Murung Panggang dengan KUB-1 menghasilkan bobot
telur yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam persilangan Murung Panggang
dengan KUB-2.
This study aimed to
evaluate the effect of a forced molting program on egg production of
third-generation (F3) chickens resulting from a crossbred chickens between Murung
Panggang and Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), and to compare the egg
production responses between Murung Panggang KUB-1 and Murung Panggang KUB-2 crossbred
chickens. The research was conducted in Dusun Sambirejo, Desa Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta, from December 2024 to February 2025. The
forced molting program was applied through feed withdrawal for eight days,
followed by gradual refeeding using rice bran and commercial feed PAR-L I. The
observed parameters included egg number, egg weight and eggshell color. Data
were analyzed using descriptive analysis and an independent t-test with the
assistance of SPSS Statistics 27 for Windows. The results showed that the
implementation of the forced molting program was able to restore egg production
in Murung Panggang with KUB F3 crossbred chickens. In terms of egg number and
eggshell color, both crossbred groups showed relatively similar patterns.
However, for egg weight, Murung Panggang KUB-1 crossbred chickens produced
higher egg weights compared to Murung Panggang KUB-2 crossbred chickens.
Kata Kunci : Ayam Murung Panggang, Ayam KUB, Forced Molting, Produksi Telur