Profil Fisikokimia dan Organoleptik Susu Kedelai dengan Penambahan Biji Labu Kuning dan Kalsium Laktat sebagai Alternatif Minuman Fungsional untuk Dismenore
Naila Fitria, Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc., Ph.D.; Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc.; Farah Faza, S.Gz., M.Gizi.
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Dismenore merupakan kondisi nyeri pada area perut bagian bawah pada sebelum atau selama menstruasi. Pengembangan pangan fungsional dapat menjadi alternatif untuk mengatasi dismenore. Susu kedelai merupakan produk yang berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional untuk dismenore. Penambahan biji labu kuning dan kalsium laktat menjadi kombinasi yang dinilai berpotensi untuk meningkatkan nilai gizi produk.
Tujuan: Mengetahui kadar magnesium, kalsium, sifat organoleptik, serta stabilitas susu kedelai dengan penambahan biji labu kuning dan kalsium laktat sebagai alternatif minuman fungsional untuk dismenore.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu F0 (kontrol), FB3KL05 (3% biji labu kuning; 0,5% kalsium laktat), FB3KL10 (3% biji labu kuning; 1% kalsium laktat), FB6KL05 (6% biji labu kuning; 0,5% kalsium laktat), dan FB6KL10 (6% biji labu kuning; 1% kalsium laktat). Pengujian kandungan gizi dianalisis dengan uji One Way ANOVA dan uji post hoc Tukey, pengujian organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney, sementara pengujian stabilitas dianalisis dengan uji Kruskal Wallis.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan magnesium dan kalsium susu kedelai memiliki perbedaan signifikan (P<0>P<0>P>0,05).
Kesimpulan: Penambahan biji labu kuning dan kalsium laktat pada susu kedelai secara signifikan (P<0>P>0,05) pada parameter aroma uji organoleptik dan pengujian stabilitas susu kedelai.
Background: Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen before or during menstruation. The development of functional foods can serve as an alternative to alleviate dysmenorrhea. Soy milk is a product with potential for development as a functional beverage for dysmenorrhea. The addition of pumpkin seeds and calcium lactate is a combination considered to have the potential to enhance the product’s nutritional value.
Objective: To determine the levels of magnesium, calcium, organoleptic properties, and stability of soy milk with the addition of pumpkin seeds and calcium lactate as an alternative functional drink for dysmenorrhea.
Methods: This research is an experimental study using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 formulations: F0 (control), FB3KL05 (3% pumpkin seeds; 0,5?lcium lactate), FB3KL10 (3% pumpkin seeds; 1?lcium lactate), FB6KL05 (6% pumpkin seeds; 0,5?lcium lactate), and FB6KL10 (6% pumpkin seeds; 1?lcium lactate). Nutritional content testing was analyzed by One Way ANOVA and Tukey post hoc test, organoleptic testing was analyzed by Kruskal Wallis and Mann Whitney tests, while stability testing was analyzed by Kruskal Wallis test.
Results: The results showed that the magnesium and calcium content of soy milk had significant differences (P<0>P<0>P>0,05).
Conclusion: The addition of pumpkin seeds and calcium lactate to soy milk significantly (P<0>P>0,05) were found for the aroma parameter of the organoleptic test and the stability test of the soy milk.
Kata Kunci : susu kedelai, biji labu kuning, kalsium laktat, uji kimia, uji organoleptik, uji stabilitas