Peran Ketakutan akan Ketertinggalan terhadap Pengabaian Sosial dengan Mediasi Adiksi Ponsel
Fathurrahman Pebriansyah, Prof. Dr. Faturochman, M.A.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Sebagai salah satu kelompok dengan tingkat penggunaan ponsel tertinggi di Indonesia, mahasiswa rentan mengalami fenomena pengabaian sosial berbasis ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran adiksi ponsel sebagai mediator dalam hubungan antara ketakutan akan ketertinggalan dan pengabaian sosial berbasis ponsel yang masih jarang dibahas dalam konteks Indonesia. Sebanyak 210 mahasiswa aktif (153 perempuan dan 57 laki-laki) berusia 18–23 tahun (M = 20,7) yang memiliki dan menggunakan ponsel berpartisipasi dalam penelitian ini dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala pengabaian sosial berbasis ponsel, skala ketakutan akan ketertinggalan, dan skala adiksi ponsel. Analisis mediasi menunjukkan bahwa ketakutan akan ketertinggalan berpengaruh secara tidak langsung terhadap pengabaian sosial berbasis ponsel melalui adiksi ponsel. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi untuk mendorong penggunaan ponsel yang lebih adaptif serta meningkatkan kontrol diri dan kualitas interaksi sosial mahasiswa.
As one of the groups with the highest levels of smartphone use in Indonesia, university students are particularly vulnerable to the emergence of phubbing. This study aimed to examine the mediating role of smartphone addiction in the relationship between fear of missing out and phubbing, a topic that remains underexplored in the Indonesian context. A total of 210 active university students (153 females and 57 males) aged 18–23 years (M = 20.7) who owned and used smartphones participated in this study, selected through purposive sampling. Data were collected using the phubbing scale, the FoMO scale, and the smartphone addiction scale-short version. Mediation analysis revealed that fear of missing out had an indirect effect on phubbing through smartphone addiction. The findings provide implications for the development of interventions to promote more adaptive smartphone use and enhance students’ self-control and quality of social interactions.
Kata Kunci : ketakutan, pengabaian sosial, adiksi, ponsel