Hubungan antara Pertambahan Berat Badan Ibu selama Masa Kehamilan dengan Berat Badan Bayi Lahir
Zamhari, Dr. A. Firmasyah Muchtar. DSOG.; dr. E. Suryadi, SU.
1997 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERTelah dilakukan penelitian secara retrospektif sebanyak 60 kasus PMH dan persalinan untuk mengetahui hubungan antara pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan dengan berat badan bayi lahir. Penelitian ini dilakukan dengan melihat kembali data perawatan Masa Hamil dan persalinan dari catatan medik di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta dari tanggal 1 Januari 1993 - 31 Desember 1995. Adapun latar belakang dari penelitian ini adalah : Angka kematian perinatal yang masih tinggi (100 per 1000 kelahiran hidup) - Insidensil dari BBLR yang masih tinggi (14 % dari 1000 kelahiran hidup) - Adanya hubungan antara angka kematian perinatal dengan kejadian BBLR - Untuk mencapai tujuan pemerintah bahwa pada tahun 2000 diharapkan angka kematian bayi sudah turun menjadi 45 per 1000 kelahiran hidup dan insidensi BBLR akan turun menjadi 7 % dari 1000 kelahiran hidup Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hubungan dan tingkat kemaknaan hubungan antara pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan dengan berat badan bayi yang akan dilahirkannya. mengambil satu Perlu diketahui. bahwa berat badan bayi lahir dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan, berat badan ibu sebelum hamil, tinggi badan ibu, genetik dan lain-lain. Tapi, dalam penelitian ini penulis hanya faktor, yaitu pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan, sedangkan faktor-faktor lain ditiadakan dengan cara memberikan kriteria-kriteria atau batasan-batasan tertentu guna mendapatkan data yang lebih dapat dipercaya dan lebih terfokus. Dalam penelitian ini penulis hanya mengambil sampel yang memenuhi syarat, yaitu : umur ibu antara 20 - 35 tahun, pada paritas pertama, ibu tidak merokok dan minum alkohol, tidak menderita penyakit yang berhubungan dengan kehamilan (langsung maupun tidak langsung), kehamilan tunggal, status gizi ibu baik, tinggi badan ibu lebih dari 145 cm dan kurang dari 165 cm. Sedangkan dari fetal faktor diambil dari bayi laki-laki, tidak menderita kelainan genetik, dan tidak ada kelainan plasentae. dalam Dari 60 kasus PMH dan persalinan yang diambil penelitian ini didapatkan total pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan yaitu : - PBB ibu terkecil (9 kg) sebanyak 1 kasus (1,7 %) PBB ibu terbesar (14,5 kg) sebanyak 1 kasus (1,7 %). PBB ibu rata-rata dengan frekuensi kasus terbesar kg) sebanyak 16 kasus (26,7 %). Hasil analisis statistik dengan regresi-korelasi didapatkan adanya korelasi positif antara pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan dengan berat badan bayi yang dilahirkannya, artinya semakin besar pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan semakin berat pula berat badan bayi yang akan dilahirkannya. Kemudian untuk uji kemaknaan hubungan tersebut diuji dengan metode studens t-test dan didapatkan hasil yang bermakna. antara Walaupun dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya korelasi positif yang sangat bermakna pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan dengan berat badan bayi yang akan dilahirkannya namun penelitian ini masih sangat terbatas dan jauh dari sempurna. Karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah kasus yang lebih besar dan lebih merata, guna mengawasi sejauh mana tingkat keberhasilan Perawatan Masa Hamil dan Persalinan terhadap Berat Badan Bayi Lahir. Untuk memudahkan bagi para peneliti diharapkan sistem pencatatan MR harus lebih teliti dan lebih lengkap guna mendapatkan data yang lebih valid.
Kata Kunci : Obstetri dan ginekologi, Persalinan, BBLR, berat badan ibu