Respons Wanita Tani terhadap Penyediaan Bahan Pangan Program MBG di Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman
Karina Nisa Intan Kusuma, Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui penguatan gizi anak dan kelompok rentan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan yang cukup, stabil, dan berkelanjutan sehingga diperlukan kolaborasi dengan masyarakat seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Kelompok Ternak sebagai penyedia bahan pangan. Oleh karena itu, Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Condongcatur menginisiasi kerja sama penyediaan bahan pangan Program MBG dengan 18 KWT yang ada di Kalurahan Condongcatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons wanita tani terhadap penyediaan bahan pangan Program MBG di Kalurahan Condongcatur serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi respons wanita tani terhadap penyediaan bahan pangan Program MBG di Kalurahan Condongcatur. Penelitian ini dilaksanakan di enam KWT yang dipilih secara acak, yaitu KWT Dewi Sri, KWT Mahanani, KWT Arum Melati, KWT Teratai Mekar, KWT Sido Luhur, dan KWT Lestari yang berlokasi di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Analisis data menggunakan uji proporsi dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari atau sama dengan 60% wanita tani di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman memiliki respons yang tinggi terhadap penyediaan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis. Faktor-faktor yang terbukti signifikan memengaruhi respons wanita tani adalah persepsi, motivasi, peran penyuluh, dan modal sosial. Sementara itu, umur, tingkat pendidikan, peran KWT, dan sosialisasi program tidak berpengaruh signifikan.
The Makan Bergizi Gratis (MBG) Program is designed to improve the quality of human resources in Indonesia by enhancing the nutrition of children and vulnerable groups. The success of this program largely depends on the availability of sufficient, stable, and sustainable food supplies, thus requiring collaboration with local communities such as Farmer Groups, Women Farmer Groups (KWT), and Livestock Groups as food providers. Therefore, the Village Owned Enterprise (BUMKal) of Condongcatur initiated a partnership for the provision of food supplies for the Makan Bergizi Gratis (MBG) Program involving 18 Women Farmer Groups in Condongcatur Village. This study aims to determine the response of women farmers toward food provision of the Makan Bergizi Gratis Program (MBG) and to identify the factors influencing women farmers’ responses to the food provision of the Makan Bergizi Gratis Program (MBG) in Condongcatur Village. The research was conducted in six randomly selected Women Farmer Groups (KWT), namely KWT Dewi Sri, KWT Mahanani, KWT Arum Melati, KWT Teratai Mekar, KWT Sido Luhur, and KWT Lestari, located in Condongcatur Village, Depok Sub-district. A descriptive method with a quantitative approach was employed, with a total sample of 60 respondents selected using a multistage random sampling technique. Data were analyzed using proportion tests and multiple linear regression analysis. The results indicate that 60% or more of the women farmers in Condongcatur Village, Depok Sub-district, Sleman Regency, exhibited a high level of response to the food provision towards the Makan Bergizi Gratis Program. The factors proven to significantly influence the women farmers’ response were perception, motivation, the role of extension workers, and social capital. Meanwhile, age, educational level, the role of the Women Farmer Groups (KWT), and program socialization did not have a significant effect.
Kata Kunci : respons, wanita tani, Program Makan Bergizi Gratis, penyediaan bahan pangan, pemanfaatan pekarangan