Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan pada Pengantaran Obat Berbasis ESP32 dan Sensor DHT22
Yusuf Ridho Bela Setiyadi, Ir. Unan Yusmaniar Oktiawati, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI JARINGAN
Kondisi
lingkungan termasuk faktor krusial yang berdampak langsung pada mutu dan
stabilitas obat sebelum obat diterima oleh fasilitas kesehatan maupun pasien.
Penelitian yang ada sebelumnya berfokus pada tahap penyimpanan, sedangkan
pemantauan selama pengantaran masih relatif terbatas. Pemantauan dilakukan
karena tahap pengantaran yang paling rentan mengalami penyimpangan suhu akibat
kondisi lingkungan. Kelembapan merupakan faktor yang sama pentingnya dengan
faktor suhu yang terbukti dapat memengaruhi stabilitas dari obat. Sistem monitoring
suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT) dalam
penelitian ini menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22. Sistem ini
dirancang untuk memantau kondisi lingkungan secara berkala selama proses
pengantaran obat dan mengirimkan data secara periodik melalui protokol
komunikasi HTTP. Data yang dimaksud sebelumnya akan divisualisasikan pada dashboard
berbasis website sehingga dapat dipantau oleh perusahaan dan mitra
terkait. Kelembapan relatif rata-rata sebesar 45,92% RH dan 54,53% RH. Data
yang dikirimkan selama pengujian memiliki nilai latency rata-rata
sebesar 1732 ms. Nilai packet loss yang diperoleh dari tiga kali
pengujian masing-masing sebesar 0%, 1,39%, dan 18,75%. Dalam hasil uji
pengantaran selama 4 jam dengan tiga skenario berbeda menghasilkan persamaan “Y
= 17.7 - 3.04X” menunjukkan keterkaitan jumlah ice pack (x) dan
penurunan suhu pada ice box (Y). Sistem ini memungkinkan pencatatan dan
visualisasi kondisi lingkungan secara transparan selama proses pengantaran,
sehingga dapat digunakan sebagai dasar observasi dan evaluasi kondisi suhu dan
kelembapan oleh fasilitas kesehatan.
Environmental
conditions are crucial factors that directly impact drug quality and stability
before they reach healthcare facilities and patients. Previous research has
focused on the storage stage, while monitoring during delivery is relatively
limited. Monitoring is conducted because the delivery stage is most susceptible
to temperature fluctuations due to environmental conditions. Humidity is a
factor as important as temperature, proven to affect drug stability. The
Internet of Things (IoT)-based temperature and humidity monitoring system used
in this study uses an ESP32 microcontroller and a DHT22 sensor. This system is
designed to periodically monitor environmental conditions during the drug
delivery process and transmit data periodically via the HTTP communication
protocol. The aforementioned data will be visualized on a website-based
dashboard for monitoring by the company and related partners. The average
relative humidity was 45.92% RH and 54.53% RH. Data transmitted during testing
had an average latency of 1732 ms. Packet loss values ??obtained from three
tests were 0%, 1.39%, and 18.75%, respectively. The results of a 4-hour
delivery test with three different scenarios yielded the equation “Y = 17.7 -
3.04X” indicating the relationship between the number of ice packs (x) and the
temperature drop in the ice box (Y). This system allows for transparent
recording and visualization of environmental conditions during the delivery
process, so it can be used as a basis for observing and evaluating temperature
and humidity conditions by healthcare facilities.
Kata Kunci : IoT, ESP32, HTTP, DHT22, Suhu, Kelembapan, Pengantaran Obat