Gambaran Pengetahuan, Persepsi, dan Preferensi Konsumen terhadap Obat Bahan Alam dalam Mengatasi Pegal Linu: Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta
Surya Nur Agustina, Prof. Dr.rer.nat. apt. Triana Hertiani, M. Sc; Dr. Niken Nur Widyakusuma, M. Sc
2026 | Skripsi | FARMASI
Penanganan pegal linu dengan obat bahan alam cukup tinggi, tetapi pengetahuan, persepsi, dan preferensi terhadap pengunaannya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, persepsi, preferensi serta hubungan tingkat pengetahuan dengan persepsi terhadap penggunaan obat bahan alam terregistrasi untuk mengatasi keluhan pegal linu.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik convenience sampling pada 120 responden berdomisili di DIY, berusia 18-55 tahun, pernah pegal linu dan menggunakan obat bahan alam untuk pegal linu. Pengumpulan data melalui kuesioner Google Form yang disebarkan secara daring. Kuesioner terdiri dari bagian karakteristik sosiodemografi, riwayat penggunaan obat dan pegal linu, pengetahuan, persepsi, dan preferensi. Hasil data kuesioner dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan Spearman rho pada aplikasi SPSS.
Hasil analisis deskriptif penelitian menunjukkan bahwa 82 (68,3%) responden dari 120 responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan 38 (31,7%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Skor pengetahuan responden pada penelitian ini 7,4±2,1. Sementara itu, 86 (71,7%) dari 120 responden memiliki persepsi positif (favorable), dan 34 (28,3%) responden memiliki persepsi negatif (unfavorable). Skor persepsi responden pada penelitian ini 8,9±1,6. Selain itu, sebagian besar responden memiliki preferensi terhadap produk obat bahan alam kategorisasi jamu, yaitu Tolak linu herbal sebanyak 41,7%. Kemudian preferensi kecenderungan responden memilih produk yang mudah diperoleh, dikenal luas, dan dianggap aman serta efektif. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan persepsi responden dengan arah korelasi negatif (r = ?0,350; p < 0>
The use of herbal medicines for treating muscle aches is quite high, but knowledge, perceptions, and preferences regarding their use still vary. This study aims to determine the level of knowledge, perceptions, preferences, and the relationship between knowledge and perceptions regarding the use of registered herbal medicines to treat muscle aches.
This study used a cross-sectional design with convenience sampling on 120 respondents residing in Yogyakarta, aged 18-55 years, who had experienced muscle aches and used natural medicines for muscle aches. Data collection was conducted through a Google Form questionnaire distributed online. The questionnaire consisted of sections on sociodemographic characteristics, history of medication use and muscle aches, knowledge, perceptions, and preferences. The questionnaire data were analyzed descriptively and statistically using Spearman's rho in the SPSS application.
The results of the descriptive analysis of this study indicate that 82 (68,3%) of the 120 respondents had a low level of knowledge, while 38 (31.7%) had a high level of knowledge. The respondents’ knowledge score in this study was 7,4 ± 2,1. Meanwhile, 86 (71,7%) of the 120 respondents had a positive (favorable) perception, and 34 (28,3%) respondents had a negative (unfavorable) perception. The respondents’ perception score in this study was 8,9 ± 1,6. Additionally, the majority of respondents preferred herbal medicine products categorized as traditional herbal remedies, specifically Tolak Linu Herbal, at 41,7%. Furthermore, respondents tended to prefer products that are easily accessible, widely recognized, and considered safe and effective. Bivariate analysis results indicated a significant relationship between respondents’ knowledge levels and perceptions, with a negative correlation (r = ?0.350; p < 0>
Kata Kunci : pengetahuan, persepsi, preferensi, obat bahan alam