Laporkan Masalah

Hubungan Tebal Lipatan Kulit Paha, Tebal Lipatan Kulit Betis, dan Aktivitas Fisik dengan Kemampuan Loncat Tinggi pada Remaja Usia 13-15 Tahun di Kulon Progo, Yogyakarta

Komang Laksmi Windary Putri, Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D; Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, Sport and Circ Med

2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Penggunaan gawai berlebihan pada remaja menurunkan aktivitas fisik yang berdampak pada kebugaran jasmani. Salah satu indikatornya adalah kemampuan loncat tinggi, yang dipengaruhi oleh komposisi tubuh (tebal lipatan kulit paha dan betis) serta tingkat aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tebal lipatan kulit paha, tebal lipatan kulit betis, dan aktivitas fisik dengan kemampuan loncat tinggi pada remaja usia 13-15 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 269 subjek usia 13-15 tahun di SMPN 2 Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini mengukur kemampuan loncat tinggi, tebal lipatan kulit paha dan tebal lipatan kulit betis menggunakan skinfold caliper, serta tingkat aktivitas fisik dengan kuesioner PAQ-C. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson, Spearman Rank Correlation, uji beda Mann Whitney, Shapiro-Wilk dan regresi linear berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: Setelah dikontrol usia dan jenis kelamin, tebal lipatan kulit paha, betis, dan aktivitas fisik tidak lagi berpengaruh signifikan (p>0,05; B= 0,242; B=0,149; B=3,148). Usia yang lebih tinggi (p<0 B=3,661) B=-18,877)>

Background: Excessive gadget use among adolescents reduces physical activity and may impair physical fitness, including vertical jump performance, which is influenced by body composition and activity level. Objective: To examine the association of thigh and calf skinfold thickness and physical activity with vertical jump performance among adolescents aged 13–15 years. Method: A cross-sectional study was conducted among 269 adolescents in SMPN 2 Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta. Vertical jump performance, skinfold thickness, and physical activity (PAQ-C) were measured. Data were analyzed using Pearson, Spearman, Mann–Whitney, and multiple linear regression tests (95% confidence level). Results: In the unadjusted model, thigh skinfold thickness showed a negative effect and physical activity a positive effect on vertical jump performance. However, after adjusting for age and sex, these variables were not significant (p>0.05). Age (p<0 xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : tebal lipatan kulit paha dan betis, aktivitas fisik, loncat tinggi, remaja

  1. S1-2026-504036-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504036-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504036-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504036-title.pdf