Analisis pendapatan dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan tumpangsari Kayuputih :: Studi kasus di BDH Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta
Al JAUHARI, Ahmad Nasrudin, Prof.Dr.Ir. H. Achmad Soemitro, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian tentang analisis pendapatan dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan tumpangsari kayuputih merupakan studi kasus di BDH Paliyan kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penambahan pendapatan petani peserta tumpangsari, mengetahui jenis kegiatan partisipasi masyarakat yang dapat menjaga stabilitas produksi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah Diskriptif kuantitatif.. Pengumpulan data responden dilakukan secara proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penambahan pendapatan petani peserta tumpangsari kayu putih sebesar Rp. 1.489.665,- (satu juta emparatus delapan puluh sembilan ribu enam ratus enam puluh lima rupiah) per tahun. Kegiatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tumpangsari yang dapat menjaga stabilitas produksi adalah penanaman tanaman palawija, penanaman tanaman keras, pemupukan, pembuatan teras, pendangiran dan pembuatan guludan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap kegiatan tumpangsari kayu putih adalah umur, pendidikan, pemupukan, luas lahan, jumlah anggota keluarga, pembuatan teras, pendangiran dan pembuatan guludan. Dari hasil analisis signifikansi dapat ditunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut di atas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas daun kayuputih dan produktivitas tanaman palawija. Sumbangan pengaruh variabel bebas umur, pendidikan, pemupukan, luas lahan, jumlah anggota keluarga, pembuatan teras, pendangiran,dan pembuatan guludan terhadap variabel terikat produktivitas daun kayuputih sebesar 98% sedangkan terhadap produksi tanaman palawija sebesar 52,10%.
Research about the analysis of society income and participation towards kayuputih (Melaleuca leucadendron) intercropping is a case study at Paliyan BDH, Gunungkidul regency, Yogyakarta. This research was aimed to find out the increase of intercropping participants’ income, to find out kinds of society participation activities which are able to maintain the ecosystem stability and to find out factors that affect society participation. The research method used was descriptive quantitative. Respondent data gathering was conducted using proportional random sampling. The research results showed that on average the increase of kayuputih intercropping participants’ income was Rp 1.489.665,- (one million four hundred and eighty nine thousand six hundred and sixty five rupiah) a year. Society participation activities in intercropping activities which are able to maintain the ecosystem stability were the planting of palawija (crops planted as second crop in dry season), the planting of hard plants, the fertilizing, terrace making, hoeing before planting and dike making. Meanwhile, factors that affect society participation towards kayuputih intercropping activities were age, education, fertilizing, land width, number of family members, terrace making, hoeing before planting and dike making. The result of significance analysis showed that simultaneously those factors were having significant influence towards kayuputih leaves productivity and the productivity of palawija. The contribution of the independent variable (age, education, fertilizing, land width, number of family members, terrace making, hoeing before planting and dike making) influence towards the dependent variable (kayuputih leaves productivity) was 98% while towards the productivity of palawija it was 52,0%.
Kata Kunci : Pendapatan Petani,Tumpangsari Kayu Putih, Income, Society Participation, Kayuputih (Melaleuca leucadendron) intercropping.