Laporkan Masalah

Daya gabung dan variasi genetik beberapa jenis murbei hibrid

PUDJIONO, Sugeng, Prof.Dr.Ir. H. Moch Na'iem, M.Agr

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian mengenai daya gabung dan variasi genetik beberapa jenis murbei hibrid bertujuan untuk : (1) mengetahui umur stek berbunga dan bunga mekar pada beberapa jenis murbei, (2) mengetahui umur buah masak pada beberapa kombinasi silangan murbei, (3) mengetahui persen keberhasilan persilangan, serta rata-rata jumlah biji dalam tiap buah, persen kecambah, persen jadi semai, (4) mengetahui pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun di persemaian, (5) Mengetahui nilai GCA dan SCA pertumbuhan murbei hasil persilangan, (6) Mengetahui variasi genetik, heritabilitas dan korelasi genetik antar sifat pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah cabang, jumlah daun, berat daun, dan produksi daun tanaman murbei hybrid umur 4 bulan di lapangan, (7) Mengetahui adanya heterosis pada murbei hibrid dari nilai produksi daun dan kandungan unsur protein daunnya. Penelitian dilakukan di 2 lokasi yaitu di rumah kaca Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Purwobinangun dan Gunung Kidul. Lokasi kedua merupakan uji lapangan hasil penelitian di lokasi pertama. Penelitian persilangan menggunakan 8 jenis murbei, 5 tetua betina yaitu M. cathayana, M. alba, M. nigra, M. multicaulis, M. acidosa (Shiwasuguwa) dan 3 tetua jantan M. atropurpurea (Tosawase), M. bombycis (Itouwase) dan M. alba var kanva 2. Materi tanaman untuk persilangan berupa penanaman stek menggunakan CRD dengan masing-masing ulangan 10 stek yang mempunyai 4 bunga/stek yang diseleksi. Analisis data menggunakan rancangan factorial dan dilanjutkan uji LSD. Karakter yang diukur adalah umur buah masak, persentase pembentukan buah, jumlah biji per buah, persentase kecambah, persentase hidup semai, pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun semai. Penelitian penanaman hasil persilangan di Gunung Kidul dilakukan dengan RCBD dengan ulangan yang tidak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan (1) umur stek berbunga untuk jenis murbei yang berbeda akan berbeda pula. Umur stek mulai berbunga tercepat 7 hari, rata-rata berbunga tetua betina pada hari ke 15-17, tetua jantan 13-19. Rata-rata bunga betina mekar hari ke 12-39, bunga jantan 12-33. (2) Umur buah masak dari jenis induk berbeda menghasilkan umur buah masak yang berbeda pula. Umur buah masak dipengaruhi tetua betina, persilangan tetua betina dan jantan. Umur buah masak tercepat terjadi pada M. alba, sedangkan persilangan M. alba x M. alba var kanva2. (3) Terjadi depresi inbreeding pada persilangan M. laba x M. alba var kanva 2 pada persentase kecambah biji yang paling rendah. Keberhasilan persilangan dipengaruhi oleh tetua betina maupun tetua jantan. Tetua betina yang terbaik adalah M. alba sedangkan tetua jantan Itouwase. (4) Pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun pada tingkat persemaian dipengaruhi oleh tetua betina dan interaksinya, M. alba terbaik untuk tetua betina sedangkan M. alba x Tosawase terbaik untuk kombinasi persilangan. (5) Kemampuan bersilang antara tetua berbeda-beda. Daya Gabung Umum terbaik untuk tetua betina M. alba, tetua jantan Itouwase. Daya Gabung Khusus yang terbaik bernilai positif didapat Shiwasuguwa dan M. alba var kanva 2. (6) Komponen vaians individu memberi sumbangan yang besar untuk pertumbuhan, komponen varians famili memberi sumbangan 9,81-24,32 % terhadap tinggi, diameter, jumlah cabang dan jumlah daun. Komponen varians interaksi famili dan blok untuk diameter dan jumlah cabang berkontribusi 25,80% dan 32,34%. Nilai heritabilitas individu tinggi untuk sifat tinggi, jumlah daun, sedang untuk jumlah cabang. Nilai heritabilitas famili tinggi untuk sifat tinggi dan jumlah daun. Korelasi genetic individu tinggi untuk hubungan sifat Tinggi - Produksi daun, Jumlah cabang – Jumlah daun, Jumlah cabang – Produksi daun, Jumlah daun – Produksi daun. Korelasi genetic famili tinggi untuk Jumlah cabang – Jumlah daun, Jmlah cabang – Produksi daun, Jumlah daun – Produksi daun. (7) Ditemukan sifat heterosis dari produksi daun dan persen kandungan protein daun sebanyak 49 individu. Nilai heterosis rata-rata tertinggi dicapai M. multicaulis x Tosawase, persilangan dengan tetua jantan Tosawase menghasilkan hybrid vigor pada rata-rata keturunannya.

The aim of study on hybridization, combining ability and genetic variation of some Hybrid Mulberries: (1) identify what age of some variety of mulberries flowers, (2) identify what age fruits ripen of several cross-bred of mulberry, (3) identify the percentage of crossed, the mean of seeds in each fruit, percentage of germinates, and percentage of alive sedling, (4) identify the growth of tall, diameter, and the leaves number of foliages on seedling, (5) identify the value of GCA and SCA during growth of cross-bred murbeii, (6) identify genetic variance, heritability, and genetically correlation among growth characteristics such as tall, diameter, the number of branches, leaves, weight of leaves, and the productivity of hybrid mulberry leaves, 4 month-old on the field, (7) identify the existence of heterosis in hybrid mulberry based on leaves productivity and protein contained. The study was carried out in two locations, in the green house of Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Purwobinangun and Gunung Kidul. This cross-breeding study was on 8 variances of mulberry, 5 female parents, they are M. cathayana, M. alba, M. nigra, M. multicaulis, M. acidosa (Shiwasuguwa), and 3 male parents, they are M. atropurpurea (Tosawase), M. bombycis (Itouwase) and M. alba var kanva 2. We used was CRD designed with 10 replication of each, and 4 flowers of them will be selected. Data analysis fitted by factorial modeling continued by LSD test. Characteristics of progenies measured by their age of ripeness, percentage of fruit production, the amount of seeds in each fruit, percentage of germinate, percentage of survive of seedling, tall growth, diameter, and the amount of seedling leaves. The plantation of the progenies at Gunung Kidul carried out by RCBD with incomplete replication. From this study obtained, (1) different parents of flowering at different age. The earliest is 7 days, 15-17 days for female parents, and 13-19 days for male parents. And the flowers blossoms in 12-39 days for females, and 12-33 for males. (2) the age of fruit ripen are various from different parents, and is affected by female parentss, cross-breed of female and male parents. The earliest age of fruit ripen belongs to M. alba, while the cross of M. alba x M. alba is var canva2. (3) occurs inbreeding depression in cross over M. alba x M. alba var canva2 at the lowest percentage of germinating. The success controle-pollination affected by both female and male parents. The best female parents is M. alba, and Itouwase for the male. (4) the growth of tall, diameter, and the amount of leaves on the seedling stage influenced by female parents and its interaction, M. alba is the best of females and M. alba x Tosawase is the best couple. (5) the cross ability is various among parents. The best General Combining Ability belongs to M. alba for female parents and Tosawase for male parents. The best family Specific Combining Ability belongs the couple of Shiwasuguwa and M. alba var canva 2. (6) individual variance component gives more contribution on growth, while family variance gives 9.81-24.32% contribution on tall, diameter, amount of branches, and amount of leaves. Family and block interaction variance component gives 25.80% and 32.34% contribution on diameter and amount of branches respectively. The value of individual heritability is high on characteristics of tall, amount of leaves, and average on the amount of branches. The value of family heritability is high on characteristics of tall and the amount of leaves. The value of individual genetic correlation is high on characteristics of tall-leave productivity, amount of branches-amount of leaves, amount of branches-leaves productivity, amount of leaves-leaves productivity. The value of family genetic correlation is high on characteristics of amount of branches-amount of leaves, amount of branchesleaves productivity, and amount of leaves-leaves productivity. (7) found out heterosis characteristic on leaves productivity and percentage of protein contained of 49 individuals. The highest mean of heterosis belongs to M. multicaulis x Tosawase, control-pollination with male Tosawase parents resulting vigor hybrid of their offspring generally.

Kata Kunci : hibridisasi, daya gabung, variasi genetik, murbei, hybridization, combining ability, genetic variation, mulberry


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.