Laporkan Masalah

ANALISA PENGARUH PERTUMBUHAN FOULING PADA IMPELER TERHADAP KINERJA KOMPRESOR SENTRIFUGAL (Studi Kasus di PT BADAK N.G.L)

Tomi Wahyu Alimsyah, Dr. Ir. Suhanan DEA.

2026 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Kompresor adalah suatu peralatan yang digunakan untuk meningkatkan tekanan fluida. Kompresor telah banyak digunakan dalam industri, mulai dari industri ringan sampai industri berat, salah satunya adalah kompresor fuel gas (B2-K-1) yang terdapat di plant PT Badak yang digunakan untuk mengkompresi fuel gas (metana, etana dan nitrogen) sebelum memasuki fuel gas header. Pada kompresor fuel gas (B2-K-1) terdapat suatu alat penukar kalor bernama intercooler (B2-E-8). Intercooler (B2-E-8) adalah salah satu bagian dari kompresor yang berfungsi untuk menurunkan temperatur hidrokarbon sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi pada kompresor, pada intercooler (B2-E-8) ini, digunakan media pendingin berupa air laut untuk mendinginkan fuel gas (hidokarbon). Dalam intercooler (B2-E-8) ini air laut masuk melalui bagian dalam tube-tube, sedangkan fuel gas mengalir pada bagian luarnya. Pada perjalanannya, ternyata kompresor ini terjadi suatu fenomena yang unik, yaitu terjadinya penumpukan garam (terjadi pertumbuhan fouling) pada impeler kompresor. Diduga bahwa penumpukan garam terjadi karena air laut masuk kedalam kompresor dan mengendap didalamnya. Masuknya air laut dimungkinkan karena adanya kebocoran pada bagian intercooler (B2-E-8), sehingga air laut mengkontaminasi fuel gas yang terbawa ke dalam kompresor dan kemudian mengendap pada impeler dan diapragma kompresor. Fenomena ini secara tidak langsung mempengaruhi kinerja kompresor. Oleh karena itu, analisis yang mendalam perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan fouling terhadap kinerja kompresor. Kemudian merekomendasikan solusi yang tepat untuk mengatasi kerusakan akibat adanya kebocoran pada intercooler (B2-E-8) Dari analisa yang telah dilakukan, pertumbuhan fouling yang terjadi diakibatkan keluarnya air laut dari tube intercooler ketika ada kebocoran karena tekanan air laut sebesar 3 kg/cm2a lebih tinggi dari tekanan fuel gas sebesar 2 kg/cm2a. Agar air laut tidak keluar dari tube ketika ada kebocoran, maka tekanan air laut harus dikecilkan dengan menggunakan restriksi orifice. Pengurangan tekanan karena penambahan restriksi orifice adalah sebesar 1,319 kg/cm2a. Diperoleh dengan menggunakan lubang restriksi orifice berdiameter 2,24 inchi. Akibat pertumbuhan fouling pada impeler kompresor menyebabkan head yang dihasilkan akan berkurang. Semakin tebal pertumbuhan fouling yang terjadi, akan semakin kecil head yang dihasilkan oleh kompresor.

Kata Kunci : Kompresor, fouling, restriksi orifice

  1. S1-FTK-2008-Tomi_Wahyu_Alimsyah-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Tomi_Wahyu_Alimsyah-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Tomi_Wahyu_Alimsyah-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Tomi_Wahyu_Alimsyah-title.pdf