Partisipasi Pemuda dalam Program PKK Akademia sebagai Proses Pengembangan Kesiapan Kerja: Studi Kasus di Desa Duri dan Desa Simo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo
Camilla Qivtia Anggun Sukma Ningrum, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Pemuda menempati
posisi strategis dalam pembangunan desa melalui penguatan kapasitas sosial dan
ekonomi lokal. Program PKK Akademia di Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu inisiatif pemberdayaan yang
melibatkan pemuda dalam struktur kelembagaan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk
partisipasi pemuda dalam program PKK Akademia serta menjelaskan posisi kesiapan
kerja dalam dinamika partisipasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Duri dan Desa Simo, Kecamatan
Slahung. Analisis dilakukan menggunakan konsep partisipasi dari Cohen dan
Uphoff (1980) yang mencakup tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan,
pengambilan manfaat, dan evaluasi serta konsep kesiapan kerja dari Caballero
dan Walker (2010) yang meliputi personal work characteristics, organisational
acumen, work competence, dan social intelligence.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemuda dalam PKK Akademia membentuk
pola responsif adaptif dalam struktur program yang bersifat hierarkis. Pada
tahap pengambilan keputusan, partisipasi cenderung pasif dengan mekanisme
rekrutmen berbasis kepercayaan yang mensyaratkan modal kesiapan kerja sebagai
prasyarat keterlibatan. Pada tahap pelaksanaan, partisipasi berfungsi sebagai
ruang simulasi kerja yang mengaktualisasikan kompetensi teknis dan kapasitas
organisasi. Pada tahap pengambilan manfaat, kesiapan kerja yang telah
diaktualisasikan berhasil dikonversi menjadi legitimasi sosial dan ekonomi,
tercermin dari perolehan insentif serta peluang kerja formal di tingkat desa.
Sementara itu, ketiadaan evaluasi yang terlembaga membatasi proses pembelajaran
kolektif, namun sekaligus mendorong inisiatif dan resiliensi individual pemuda.
Temuan ini
menegaskan bahwa kesiapan kerja dalam program PKK Akademia berperan sebagai
modal awal yang diperkuat dan dikonversi melalui partisipasi. Secara
konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi pemuda dalam program
pemberdayaan desa dapat dipahami sebagai proses pembelajaran sosial yang
berkontribusi pada penguatan kesiapan kerja dan berpotensi menjadi strategi
preventif jangka panjang terhadap kecenderungan migrasi pemuda desa.
Youth play a strategic role in village development by strengthening
local social and economic capacity. The PKK Akademia program in Ponorogo
Regency is an empowerment initiative that involves youth in village
institutional structures. This study aims to analyze the forms of youth
participation in the PKK Akademia program and explain the role of work
readiness within these dynamics. The study employed a qualitative approach with
a case study design in Duri and Simo Villages, Slahung District. The analysis
utilized Cohen and Uphoff's (1980) concept of participation, encompassing
decision-making, implementation, benefit sharing, and evaluation, as well as
Caballero and Walker's (2010) concept of work readiness, encompassing personal
work characteristics, organisational acumen, work competence, and social
intelligence.
The results show that youth participation in PKK Akademia forms a
responsive, adaptive pattern within the program's hierarchical structure. At
the decision-making stage, participation tends to be passive, with a
trust-based recruitment mechanism that requires work readiness as a
prerequisite for involvement. At the implementation stage, participation serves
as a work simulation space that actualizes technical competence and organisational
capacity. At the benefit-sharing stage, actualized work readiness is successfully
converted into social and economic legitimacy, reflected in the acquisition of
incentives and formal employment opportunities at the village level. Meanwhile,
the lack of institutionalized evaluation limits the collective learning
process, while simultaneously encouraging individual youth initiative and
resilience.
These findings confirm that work readiness in the PKK Akademia program
serves as initial capital that is strengthened and converted through
participation. Conceptually, this study demonstrates that youth participation
in village empowerment programs can be understood as a social learning process
that contributes to strengthening work readiness and has the potential to serve
as a long-term preventive strategy against rural youth migration tendencies.
Kata Kunci : PKK Akademia, Pemuda, Partisipasi, Kesiapan Kerja