Laporkan Masalah

Hubungan Antara Faktor Resiko ISPA Dengan Terjadinya Otitis Media Akut Pada Balita Di Poliklinik THT RSUP Sardjito Yogyakarta Tahun 1995

Elna Sitourisme Anakotta, dr. Hadianto Ismangoen, DSAK ; dr. Suharyanto, S MPH MSPH

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Otitis media merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak-anak sebagai komplikasi dari ISPA. ISPA merupakan faktor resiko yang paling sering menyebabkan OMA. Pada bayi terjadinya otitis media dipermudah oleh karena tuba eustaksiusnya pendek, lebar, dan agak horisontal letaknya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor resiko ISPA dalam menyebabkan OMA pada anak, hal ini sangat penting karena OMA pada anak balita dapat mengganggu fungsi pendengaran, sedangkan kemampuan bicara, dan berbahasa pada periode yang optimal antara 6 bulan s/d 3 tahun, sehingga OMA yang terjadi dapat merupakan masalah bagi tumbuh kembang anak, dengan demikian kualitas anak sebagai generasi penerus bangsa kurang optimal. Maka penanganan ISPA secara dini diharapkan mencengah/mengurangi terjadinya morbiditas OMA. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik. Desain penelitian ini menggunakan metode Case control artinya ada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus di adalah anak dengan OMA dengan ISPA atau Non ISPA. dan kelompok kontrol disini adalah anak yang bukan OMA dengan ISPA atau Non ISPA. Subyek penelitian adalah semua anak umur 0-5 tahun yang datang ke Poliklinik THT RSUP DR Sardjito tahun 1995. Data juga diurutkan dengan penggolongan umur, jenis kelamin, status ISPA(ISPA/Non ISPA), dan status OMA(OMA+/OMA-). Uji statistik yang digunakan Chi square dan Odds Ratio untuk mencari hubungan kemaknaan ISPA dengan OMA, sedangkan untuk mencari frekuensi kejadian OMA, umur serta jenis kelamin digunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang bermakna antara faktor resiko ISPA dalam menyebabkan OMA pada anak 0-5 tahun (Chi square, X’=227 yaitu X’hitung > X’tabel). Dan terdapat hubungan yang kuat sebesar 14,9 kali pada anak umur 0-5 tahun dengan faktor resiko ISPA untuk terjadi OMA (OR=14,9). Kelompok umur dan jenis kelamin terbanyak menderita OMA didapatkan pada kelompok umur 1-3 tahun yaitu laki-laki 4 1 anak (44,6%) dan perempuan 19 anak (20,9%). Hal ini berarti bahwa ISPA merupakan faktor resiko untuk terjadinya OMA, sehingga penanganan yang cepat, tepat dan dini pada anak (0-5 tahun) yang menderita ISPA dapat mencegah terjadinya OMA.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKU-1998-ElnaSitourismeAnakotta-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1998-ElnaSitourismeAnakotta-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1998-ElnaSitourismeAnakotta-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1998-ElnaSitourismeAnakotta-Title.pdf