PENGARUH KEPEMIMPINAN ETIS TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI STUDI PADA SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI YUDISIAL
MARTIN ANGGIAT, Dr. Dra. Diah Retno Wulandaru, MBA
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan etis terhadap perilaku kerja inovatif dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik yang menuntut aparatur tidak hanya bekerja sesuai prosedur, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku inovatif yang selaras dengan prinsip integritas dan akuntabilitas.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 ASN. Pengujian dilakukan untuk menganalisis hubungan langsung antara kepemimpinan etis dan perilaku kerja inovatif, serta hubungan tidak langsung melalui keterikatan kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan etis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja maupun perilaku kerja inovatif. Keterikatan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Selain itu, keterikatan kerja berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kepemimpinan etis dan perilaku kerja inovatif. Pengaruh kepemimpinan etis terhadap perilaku kerja inovatif menjadi lebih kuat ketika disalurkan melalui peningkatan keterikatan kerja.
Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa praktik kepemimpinan yang berlandaskan nilai moral, keadilan, dan integritas dapat memperkuat keterlibatan psikologis pegawai, yang pada akhirnya mendorong munculnya perilaku inovatif dalam organisasi publik.
Kata kunci: kepemimpinan etis, keterlibatan pegawai, perilaku kerja inovatif, inovasi, organisasi publik, reformasi birokrasi, Komisi Yudisial, integritas.
This study aims to examine the effect of ethical leadership on innovative work behavior, with work engagement as a mediating variable, among Civil Servants at the Secretariat General of the Judicial Commission of Indonesia. The study is motivated by the demands of bureaucratic reform and the need to improve public service quality, which require civil servants not only to comply with established procedures but also to demonstrate innovative behavior aligned with principles of integrity and accountability.
A quantitative approach was employed using a survey method involving 120 respondents. The analysis was conducted to examine both the direct relationship between ethical leadership and innovative work behavior and the indirect relationship through work engagement.
The findings indicate that ethical leadership has a positive and significant effect on both work engagement and innovative work behavior. Work engagement also has a positive and significant effect on innovative work behavior. Furthermore, work engagement partially mediates the relationship between ethical leadership and innovative work behavior. The influence of ethical leadership on innovative work behavior becomes stronger when it is channeled through increased work engagement.
Overall, the results highlight that leadership practices grounded in moral values, fairness, and integrity can enhance employees’ psychological involvement, which in turn fosters innovative behavior within public sector organizations.
Keywords: ethical leadership, work engagement, innovative work behavior, innovation, public sector, bureaucratic reform, Judicial Commission, integrity.
Kata Kunci : kepemimpinan etis, keterlibatan pegawai, perilaku kerja inovatif, inovasi, organisasi publik, reformasi birokrasi, Komisi Yudisial, integritas.