Sains Kesadaran Intgrated Information Theory dalam Perspektif Filsafat Akal Budi
Alfian Rudianto, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts. ; Drs. Imam Wahyudi, M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Kesadaran merupakan salah satu misteri paling mendasar dalam filsafat dan ilmu pengetahuan modern, terutama dalam kaitannya dengan problem pikiran-tubuh yang telah lama menjadi perdebatan antara pendekatan dualistik, fisikalis, hingga komputasional. Dalam konteks ini, penelitian ini menjadi urgensial karena menawarkan analisis kritis terhadap Integrated Information Theory (IIT) sebagai salah satu pendekatan ilmiah mutakhir yang secara eksplisit berupaya menjelaskan kesadaran dari sudut pandang internal, menggunakan landasan formal, kausal, dan kuantitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fondasi filosofis dari Integrated Information Theory (IIT) sebagai sebuah pendekatan saintifik terhadap kesadaran, serta menelaah bagaimana teori ini memberikan alternatif penyelesaian atas problem pikiran-tubuh dalam filsafat pikiran. Penelitian ini berargumen bahwa IIT merupakan lompatan metodologis dan metafisis dalam ilmu kognitif kontemporer karena menggabungkan kerangka kuantitatif, kausal, dan struktural untuk menjelaskan eksistensi pengalaman sadar dari perspektif internal. Dengan merumuskan postulat-postulat kesadaran dan mengembangkan kuantifikasi informasi terintegrasi (?), IIT mengklaim mampu memberikan representasi formal terhadap pengalaman fenomenal secara intrinsik.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan dalam empat tahap, yaitu: (1) inventarisasi dan kategorisasi sumber primer dan sekunder, (2) klasifikasi historis dan tematik, (3) analisis kritis terhadap fondasi ontologis dan epistemologis IIT, serta (4) penyusunan hasil dalam kerangka sistematik dan koheren. Unsur metodis yang digunakan meliputi deskripsi, interpretasi, kesinambungan historis, dan koherensi intern.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, IIT berangkat dari kritik terhadap pendekatan eksternalis dalam filsafat pikiran seperti behaviorisme, teori identitas, dan fungsionalisme klasik, serta berupaya membangun alternatif melalui teori informasi intrinsik. Kedua, dengan memadukan prinsip kausal, entropi maksimum, dan konsep irreducibility, IIT menyajikan pendekatan baru dalam menjembatani problem pikiran-tubuh melalui struktur konseptual yang dapat diukur secara formal dan dikaitkan dengan Neural Correlates of Consciousness (NCC). Ketiga, IIT menghadirkan pendekatan realisme internal terhadap kesadaran, namun tetap menyisakan tantangan metafisik dan epistemologis terkait validitas ontologis dari nilai ? dan hubungan antara representasi formal dengan fenomena kesadaran itu sendiri.
Consciousness remains one of the most profound mysteries in both philosophy and science, particularly in its entanglement with the long-standing mind-body problem, which continues to generate debate among dualist, physicalist, and computational paradigms. In this context, the present study becomes urgent as it critically analyzes the Integrated Information Theory (IIT) as a contemporary scientific approach that seeks to explain consciousness from an internal perspective through a formal, causal, and quantitative framework.
This writing aims to investigate the philosophical foundations of the Integrated Information Theory (IIT) as a scientific approach to consciousness and to examine how the theory offers an alternative resolution to the mind-body problem in the philosophy of mind. The research argues that IIT represents both a methodological and metaphysical leap in contemporary cognitive science by integrating a quantitative, causal, and structural framework to explain the existence of conscious experience from an internal perspective. Through the formulation of axiomatic postulates of consciousness and the development of a formal quantification of integrated information (?), IIT claims to offer a formal representation of phenomenal experience as intrinsically real.
This research employs a literature-based method conducted in four stages: (1) the inventory and categorization of primary and secondary sources, (2) historical and thematic classification, (3) critical analysis of IIT’s ontological and epistemological foundations, and (4) the synthesis of findings within a systematic and coherent framework. The methodological elements used include description, interpretation, historical continuity, and internal coherence.
The study yields several key findings. First, IIT emerges as a critique of externalist approaches in the philosophy of mind—such as behaviorism, identity theory, and classical functionalism—and seeks to establish an alternative grounded in intrinsic information. Second, by integrating causal principles, maximum entropy, and the concept of irreducibility, IIT offers a novel approach to bridging the mind-body problem through formally measurable conceptual structures connected to the Neural Correlates of Consciousness (NCC). Third, IIT introduces an internalist-realist perspective on consciousness, though it leaves open significant metaphysical and epistemological challenges—particularly regarding the ontological validity of the ? value and the correspondence between formal representation and conscious phenomenology.
Kata Kunci : Integrated Information Theory, kesadaran, problem pikiran-tubuh, kuantifikasi informasi, epistemologi naturalistik, metafisika internalis, Integrated Information Theory, consciousness, mind-body problem, information quantification, naturalized epistemolog