Kinerja LST, Manajemen Laba, dan Potensi Financial Distress pada Perusahaan Non Keuangan di Indonesia
Nihaya Elmatin, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.
2026 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kinerja
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) terhadap kondisi financial
distress perusahaan serta menganalisis peran manajemen laba sebagai
variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Tingkat financial distress
diukur menggunakan model Springate S-Score, sementara manajemen laba dinilai dengan
model modified Jones yang dihitung berdasarkan nilai absolut akrual
diskresioner (DA). Selain itu, penelitian ini mempertimbangkan ukuran
perusahaan, leverage, dan klasifikasi industri sebagai variabel kontrol
yang turut mempengaruhi financial distress. Objek penelitian mencakup perusahaan sektor
nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode
2020–2024. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling
sehingga diperoleh 45 perusahaan sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis
dilakukan dengan menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kinerja LST memiliki pengaruh negatif terhadap financial distress,
yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja LST dapat menurunkan tingkat financial
distress perusahaan. Selain itu, manajemen laba terbukti memoderasi
hubungan antara kinerja LST dan financial distress secara negatif.
Dengan demikian, keberadaan praktik manajemen laba cenderung melemahkan
pengaruh negatif kinerja LST terhadap kondisi financial distress
perusahaan.
This study was conducted to examine the effect of
Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on corporate financial
distress to analyze the role of earnings management as a moderating variable in
this relationship. The level of financial distress was measured using the
Springate S-Score model, while earnings management was assessed using the
modified Jones model based on the absolute value of discretionary accruals (DA).
The study also includes firm size, leverage, and industry classification as
control variables that affect financial distress. The research sample consisted
of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during
the period 2020–2024. The sample selection was conducted using purposive
sampling, resulting in 45 companies as the research sample. Hypothesis testing
was conducted using panel data regression analysis. The results showed that LST
performance had a negative effect on financial distress, indicating that an
increase in LST performance could reduce a company's level of financial
distress. In addition, earnings management was found to negatively moderate the
relationship between LST performance and financial distress. Thus, the
existence of earnings management practices tended to weaken the negative effect
of LST performance on a company's financial distress.
Kata Kunci : Financial Distress, Lingkungan, Sosial, Tata Kelola, LST, Manajemen Laba, Perusahaan Non-Keuangan