Penyelesaian Kredit Bermasalah Terhadap Debitur Korban Bencana Gempa Bumi pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk. Cabang Cik Ditiro Yogyakarta
Anik Setiarini, Prof.Dr. Sudjito, SH.,MSi
2008 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister KenotariatanTujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyelesaian kredit bermasalah bagi debitur korban bencana gempa bumi mengingat penyebab terjadinya kredit bermasalah tersebut adalah dikarenakan suatu keadaan memaksa (overmacht). Disamping itu tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas lembaga perbankan dalam penyelesaian kredit bermasalah tersebut. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah yuridis empiris, yaitu metode penulisan yang menitik beratkan pada penelitian lapangan secara menyeluruh, sistimatis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang berhubungan erat dengan kredit bermasalah untuk kemudian disinkronisasikan dengan asas-asas hukum dan peraturan perundang-undangan sehingga diperoleh kesimpulan bagaimana penyelesaian kredit bermasalah terhadap debitur korban gempa bumi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Ditiro Yogyakarta. Dari penelitian lapangan yang telah penulis lakukan, Penyelesaian Kredit Bermasalah Terhadap Debitur Korban Bencana Gempa Bumi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Ditiro Yogyakarta dilaksanakan melalui mekanisme Restrukturisasi Kredit, hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Bank Indonesia nomor 8/10/PBI/2006 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit Bank Pasca Bencana Alam di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Daerah Sekitarnya di Propinsi Jawa Tengah. Keberadaan Peraturan Bank Indonesia tersebut berfungsi sebagai jembatan antara bank dengan para debiturnya dalam menyelesaikan permasalahan kreditnya. Namun demikian dalam pelaksanaannya belum memberi solusi yang bermakna bagi para debitur, pada hakikatnya hanya memberi jalan keluar bagi pihak bank selaku kreditur agar pengoperasian bank tetap berjalan dan tidak berakibat pada masuknya Bank tersebut dalam kategori bank tidak sehat.
The major earthquake in May 27, 2006 that rocked Yogyakarta Special Province has significantly caused a great deal of losses to the local community. Among those affected by the disaster are debtors who experience difficulties to pay their debts as obliged in the credit contract. This undoubtedly creates problems to creditors when performing loans turn into non-performing ones, even though the circumstance is neither a result of negligence nor a breach of contract. The emergence of non-performing loans is caused by overmacht/force majeure. The research aimed to disclose a solution to debtors affected by earthquake with non-performing loans, in which the faulty problem was caused by force majeure (overmacht). This research also examined the extent to which Bank Indonesia played its regulatory and supervisory roles over banking institutions to solve the non-performing loans. The research employed juridical-empirical method, which focused on a thorough and systematic field study to gather factual and accurate data closely related to the non-performing loans. The data was syncronized with existing legal basis to come to a conclusion of how non-performing loans of P.T. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Cik Ditiro Yogyakarta branch to debtors affected by earthquake should be resolved. Existence of Bank Rules Of the Indonesia function as bridge between bank with all debitor in finishing problems of its credit. But that way in its execution not yet given solution having a meaning to all debitor, intrinsically only giving way out to bank side as creditor to be operation of bank remain to walk and do not cause at entry of the Bank in indisposed bank category.
Kata Kunci : Kredit Bermasalah-Overmacht-Restrukturisasi Kredit