Analisis Reaksi Investor terhadap Pengumuman Pembentukan Danantara Indonesia
Jericho Theofile, Jogiyanto Hartono M, Prof., Dr., MBA., Ak., CMA., CA.,
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Pembentukan Danantara Indonesia merupakan sebuah transformasi fundamental yang menempatkan Indonesia dalam peta kekuatan finansial global melalui pengelolaan aset negara sebesar US$900 miliar, yang diproyeksikan menjadikannya salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia. Ambisi besar ini menciptakan guncangan ekspektasi yang masif di pasar modal, di mana setiap sinyal kebijakan, profil pimpinan, hingga stuktur kelembagaan menjadi penentu apakah investor melihatnya sebagai peluang pertumbuhan ekonomi masa depan atau justru sebagai risiko politik yang penuh ketidakpastian.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi investor yang difokuskan pada tiga peristiwa utama yaitu pengumuman rencana di World Government Summit (13 Februari 2025), peresmian dan penunjukan jajaran pimpinan puncak (24 Februari 2025), serta pengumuman struktur kepengurusan (24 Maret 2025). Metode yang digunakan adalah studi peristiwa dengan pendekatan market-adjusted model untuk menghitung return taknormal selama 7 hari jendela peristiwa (t-3 hingga t+3). Sampel penelitian terdiri dari 30 saham perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan One-Sample Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat reaksi pasar yang beragam pada ketiga peristiwa tersebut. Pada peristiwa pertama, terdapat reaksi positif signifikan pada hari pengumuman (t=0) karena penyampaian rencana di forum internasional dinilai sebagai sinyal kredibilitas yang kuat. Pada peristiwa kedua, kekhawatiran akan potensi campur tangan politis membuat pasar merespons dengan kehati-hatian, sehingga memicu reaksi negatif signifikan pada t-1. Pada peristiwa ketiga, terdeteksi reaksi negatif signifikan pada t-3 dan t-2 yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya kebocoran informasi (information leakage) sebelum pengumuman resmi. Setelah pengumuman, muncul reaksi positif yang kuat pada t+1 dan t+2 akibat adanya penundaan pemrosesan informasi (information processing delay) karena pasar membutuhkan waktu untuk menganalisis rekam jejak jajaran pengurus. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa rangkaian pengumuman pembentukan Danantara Indonesia memiliki kandungan informasi yang dapat memengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi.
The establishment of Danantara Indonesia represents a fundamental transformation, placing Indonesia on the global financial map through the management of state assets amounting to US$900 billion and projected to become one of the largest Sovereign Wealth Funds (SWFs) in the world. This grand ambition creates massive expectation shocks in the capital market, where every policy signal, leadership profile, and institutional structure becomes a determinant of whether investors view it as a future economic growth opportunity or a political risk fraught with uncertainty.
This study analyzes investor reactions to three key events, such as the initial plan announcement at the World Government Summit (February 13, 2025), the official inauguration and leadership appointment (February 24, 2025), and the management structure announcement (March 24, 2025). Using an event study methodology with a market-adjusted model, abnormal returns were calculated over a 7-day event window (t-3 to t+3). The sample comprises 30 State-Owned Enterprise (SOE) stocks listed on the Indonesia Stock Exchange. Hypotheses were tested using the non-parametric One-Sample Wilcoxon Signed Rank Test.
Results indicate diverse market reactions across the events. For the first event, a significant positive reaction occurred on the announcement day (t=0), as the international forum presentation signaled strong credibility. The second event triggered cautious responses due to potential political interference concerns, causing a significant negative reaction at t-1. In the third event, significant negative reactions at t-3 and t-2 indicated possible pre-announcement information leakage. However, strong positive reactions emerged at t+1 and t+2, reflecting information processing delays as the market required time to analyze the management team's track records. Overall, this study confirms that Danantara Indonesia's establishment announcements contained significant information content that influenced investor decisions.
Kata Kunci : Danantara, Studi Peristiwa, Return Taknormal, Saham BUMN, Kandungan Informasi, Danantara, Event Study, Abnormal Return, SOE Stocks, Information Content