Optimasi Formula dan Karakterisasi Fisik Gummy Candy Vitamin A dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Pektin sebagai Gelling Agent
Alfiyya Mayla Hanunnisa, apt. Farida Nur Aziza, MGMP.
2026 | Skripsi | FARMASI
Defisiensi vitamin A masih menjadi
masalah gizi yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak-anak, yang dapat
menyebabkan gangguan kesehatan serius. Suplementasi konvensional sering kali
kurang optimal karena rendahnya penerimaan anak akibat rasa pahit dan kesulitan
menelan. Inovasi gummy candy menawarkan
solusi praktis dan menarik untuk berbagai usia, dengan tekstur kenyal utama
dari gelling agent. Penelitian ini
bertujuan untuk mengoptimalkan formula gummy candy sebagai bentuk
suplementasi vitamin A yang inovatif, praktis, dan menarik, dengan memfokuskan
variasi konsentrasi gelatin dan pektin sebagai gelling agent untuk mencapai karakteristik fisik optimal.
Optimasi formula dilakukan
menggunakan Simplex Lattice Design (SLD)
melalui software Design Expert,
dengan konsentrasi gelatin (10,5-11,5%) dan pektin (0,5-1,5%), serta respon
meliputi hardness, chewiness, gumminess, springiness, dan susut
pengeringan. Formula optimum diverifikasi melalui uji one sample t-test dengan tingkat
kepercayaan 95%.
Formula optimum gummy candy diperoleh
pada komposisi gelatin 13,85 g dan pektin 0,6 g dengan total bobot tiap bets
120 g Formula optimum tersebut
menghasilkan karakteristik fisik berupa kadar air 11,73%±0,001 yang memenuhi
persyaratan SNI, yaitu maksimal 20%. Profil tekstur yang dihasilkan meliputi
nilai hardness 25,43±1,28 N, gumminess 23,85±0,91 N, chewiness
22,50±1,45 N, dan springiness 0,94±0,04. Hasil verifikasi menunjukkan
tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) antara nilai prediksi dan hasil
aktual, sehingga formula memenuhi parameter yang diharapkan.
Vitamin A deficiency remains a
significant nutritional problem in Indonesia, especially among children, which
can lead to serious health issues. Conventional supplementation is often
suboptimal due to poor acceptance by children caused by bitter taste and wallowing
difficulties. Gummy candy presents a practical and appealing alternative for
various age groups, with chewiness provided by gelling agents. This
study aimed to optimize the formula of gummy candy as an innovative, practical,
and attractive form of vitamin A supplementation, focusing on variations in
gelatin and pectin concentrations as gelling agents to achieve optimal physical
characteristics.
Formula optimization was conducted
using a Simplex Lattice Design (SLD) with Design Expert software, varying
gelatin (10,5–11,5%) and pectin (0,5–1,5%) concentrations. Responses evaluated
included hardness, chewiness, gumminess, springiness,
and moisture content. The optimum formula was verified through a one-sample
t-test at a 95% confidence level.
The optimum gummy candy formula was
obtained with a composition of 13,85 g gelatin and 0,6 g pectin per 120 g total
batch weight. The results showed a moisture content of 11,73%±0,001 (below the
SNI maximum of 20%), hardness 25,43±1,28 N, gumminess 23,85±0,91
N, chewiness 22,50±1,45 N, and springiness 0,94±0,04, indicating
that the gummy candy had a chewy, elastic texture and met the target
formulation characteristics. The verification results showed no significant
difference (p value > 0,05) between the predicted and actual values,
confirming that the formula met the expected parameters.
Kata Kunci : Gummy candy, vitamin A, gelling agent, gelatin, pektin