Profil Pekerja Usia Lanjut dan Implikasinya bagi Upaya Promosi Kesehatan Penduduk Usia Lanut di Propinsi DIY, Bali dan Sumatera Barat
Petrus Yosef Adi Prasaja , dr. Mubasir Hasanbasri. M.A.; dr. Suharyanto Supardi, M.P.H .. M.S.P.H.
1995 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERTelah dilakukan penelitian mengenai profil pekerja usia lanjut. Penelitian ini dilakukan menggunakan data sekunder dari sebuah survai cross-sectional yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan teknik quota sampling di propinsi, yaitu: Daerah Istimewa Yogyakarta, Propinsi Bali dan Propinsi Sumatra Barat. tiga Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana profil status bekerja penduduk usia lanjut, faktor-faktor apa yang mempengaruhinya dan apa implikasinya bagi upaya promosi kesehatan penduduk usia lanjut. Beberapa teknik-teknik statistik inferensi tidak dapat digunakan dalam penelitian ini disebabkan sampel penelitan bukan merupakan sampel probabilitas. Dari data survai yang telah dilakukan sebelumnya tersebut berhasil diperoleh responden sebanyak 305 orang, dari ke tiga propinsi yang diteliti. Terdapat kecenderungan bahwa pada umumnya proporsi status bekerja penduduk usia lanjut sebagai buruh lebih besar dibandingkan dengan proporsi status bekerja penduduk usia lanjut yang bekerja secara mandiri (self-employment). status adalah: Dari penelitian ini berhasil disimpulkan bahwa terdapat banyak faktor-faktor yang turut mempengaruhi bekerja penduduk usia lanjut, di antaranya struktur perekonomian, sosial dan budaya daerah; faktor dorongan keluarga, faktor status ekonomi dan status sosial pekerja, jenis kelamin, beban anak yang harus ditanggung, besar pengeluaran perbulan dan tipe kepribadian pekerja yang bersangkutan.
Kata Kunci : Promosi kesehatan, geriatric, Perkerja, Lanjut usia