Daya Antihelmintik Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa, Roxb) Terhadap Cacing Kait Anjing In Vitro
Laily Noor Qomariah, Dra. Sri Sumarni, DAP&E.,SU
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPrevalensi penyakit cacing kait di Indonesia masih cukup tinggi terutama di beberapa daerah endemik. Salah satu penyebabnya adalah masih belum terjangkaunya obat-obat cacing kait oleh sebagian masyarakat terutama pedesaan, walaupun telah dilakukan usaha pemberantasan penyakit cacing kait di antaranya dengan pengobatan masal Hal ini dan penyuluhan. disebabkan karena masyarakat belum terbiasa menggunakan obat cacing sintesis rutin, di samping karena obat-obat tersebut masih relatif mahal. Oleh karena itu perlu dicari obat cacing lain aman, murah dan mudah sebagai alternatif yang efektif, didapatkan oleh masyarakat. Salah satu tanaman obat yang diharapkan dapat menjadi alternatif adalah rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa, Roxb). secara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antihelmintik ekstrak rimpang temu ireng terhadap cacing kait anjing in vitro. Pada penelitian ini untuk mengetahui lama hidup cacing dilakukan percobaan pendahuluan dengan cara cacing diberi perlakuan dengan garam fisiologis, sedangkan untuk mengetahui efek antihelmintik ekstrak rimpang temu ireng, cacing diberi perlakuan dengan ekstrak rimpang temu ireng dalam berbagai konsentrasi dan sebagai pembanding digunakan pamoat 0,236%. Pemilihan kelompok dilakukan secara acak tanpa membedakan spesies dan jenis kelamin. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 10 ekor cacing dan diamati tiap jam dengan waktu maksimal 3 kali, pengamatan 12 jam. Setiap perlakuan diulang hasilnya dianalisa dengan analisa probit. pirantel Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa LDso ekstrak rimpang temu ireng adalah 19,99% sementara untuk pirantel 0,2363. Adapun LT30 pamoat hanya membutuhkan ekstrak rimpang temu ireng dengan dosis LDsonya adalah 3 jam 24,19 menit dan LTso pirantel pamoat dengan dosis LDsonya adalah 2 jam 31,91 menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak rimpang temu ireng mempunyai harapan untuk digunakan sebagai pengobatan alternatif penyakit cacing. Meskipun demikian masih perlu dilakukan penelitian in vivo untuk efektifitas rimpang temu mengetahui ireng sebagai antihelmintik.
Kata Kunci : Rimpang Temu Ireng, Cacing Kait