Insidensi Kasus-Kasus, Persalinan dengan Tindakan di RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta Tahun 1993
Neni Sundari, dr. lrmansyah Mochtar.; dr. Zaenal Muttaqien
1996 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERTelah dilakukan penelitian kasus-kasus mengenai insidensi persalinan dengan tindakan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode 1 Januari - 31 Desember 1993. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui berapa besar insidensi persalinan tindakan, serta sejauh mana pengaruhnya pada morbiditas neonatal dan kematian perinatal, dan juga beberapa faktor resiko yang mendasari terjadinya partus tindakan ini. Penelitian dilakukan dengan metoda case control dengan populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan dengan kehamilan tunggal, umur kehamilan 28 minggu atau lebih dan berat janin 1000 gram ke atas yang persalinannya diakhiri dengan tindakan sebagai kontrol dipilih sejumlah kasus yang sama secara random pada partus spontan. Dari penelitian ini diperoleh subyek sejumlah 620 ibu yang melahirkan, dengan 310 adalah persalinan tindakan, dan 310 adalah persalinan spontan. data dilakukan dengan Pengumpulan metode retrospekstif, dengan variabel tergantung (efek) adalah kejadian persalinan tindakan dan kematian. Variabel bebas (faktor risiko) yang dikendalikan adalah paritas dan umur ibu. Analisis yang dilakukan adalah analisis resiko relatif dengan batas kepercayaan 95% dan uji kai-kuadrat, serta analisa deskriptif. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa insidensi persalinan tindakan di RSUP Dr. Sardjito selama tahun 1993 adalah 17,75%, resiko terjadinya kematian neonatal dini pada persalinan tindakan adalah 2,62 kali lebih besar dari partus spontan yaitu 2,62 (CL: 0,94 14,32). RR Berdasar jenis persalinannya kematian neonatal dini tertinggi adalah persalinan ekstraksi bokong/bracht /manual aid (7,06%), RR: 3,73 (CL: 0,97 14,32). Bayi yang lahir dengan asfiksia berat meningkat dari 0% pada persalinan spontan menjadi 9,4% pada persalinan dengan tindakan dan secara keseluruhan morbiditas neonatal meningkat dari 6% menjadi 50,7%. Faktor resiko terjadinya persalinan tindakan adalah umur lebih dari 30 tahun (RR 1,40; CL 1,00 1,97) dan paritas tiga atau lebih (RR 3,27; CL 1,774 6,18). Sedangkan morbiditas maternal paling banyak terjadi pada sectio caesaria, hal ini karena akibat dari operasi pembedahannya dan perdarahan. Angka kasus rujukan adalah 26% dengan resiko terjadinya persalinan tindakan pada kasus rujukan adalah 15,04 kali (RR 15,04; CL: 8,79 - 25,98) bila dibandingkan dengan kasus bukan rujukan. Disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan perlu dikaji ulang tentang penyelesaian persalinan presentasi bokong dengan sectio caesaria, serta perlu upaya untuk menjauhkan faktor risiko yang berpengaruh.
Kata Kunci : Obstetri dan Ginekologi, persalinan beresiko, kematian neonatal