Aspek hukum pidana yang dihadapi Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya
HENDRI, Isharyanto, SH.,MH
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui ketentuan-ketentuan hukum pidana yang dihadapi Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya serta pertanggungjawaban pidana yang dapat dikenakan terhadap Notaris terkait akan akta-akta yang dibuatnya. Tipe penelitian ini adalah Penelitian Normatif yang menekankan pembahasan pada norma-norma hukum yang ada. Tipe Penelitian Normatif ini dilakukan dengan mencari bahan-bahan hukum yang relevan dengan pokok permasalahan dengan cara penelitian kepustakaan. Untuk melengkapi dan menunjang penelitian kepustakaan ini, maka dilakukan penelitian lapangan yang berusaha mencari data-data secara langsung berdasarkan realitas yang terjadi dilapangan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mencari kasus-kasus tindak pidana yang dilakukan Notaris di pengadilan Negeri serta melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber yaitu Hakim, Notaris dan Pengacara di wilayah Kabupaten Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek hukum pidana yang dihadapi Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya terdapat beberapa ketentuan-ketentuan hukum pidana yang antara lain berkait akta Notaris sebagai alat bukti maupun barang bukti didalam persidangan perkara pidana, Kemudian untuk kepentingan penyidikan, pemeriksaan dan pembuktian dipersidangan dilakukan penyitaan terhadap akta-akta tersebut. Apabila akta-akta tersebut terbukti sebagai alat atau barang untuk melakukan tindak pidana maka akta akta itu akan disita sebagai arsip negara, dan apabila tidak terbukti maka akta akan dikembalikan kepada Notaris yang bersangkutan. Selanjutnya pertanggungjawaban pidana dapat dihadapi Notaris apabila terbukti bersalah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengandung unsur-unsur delik pidana, pelanggaran ini dikarenakan kesengajan maupun kelalaian dari Notaris. Maka karena baik kesengajaan ataupun kelalaiannya itu Notaris bertanggungjawab secara individual untuk menerima sanksi pidana penjara.
The aim of this study was to find out the criminal law acts faced by the notary in running its position and criminal responsibilities for the related notary about the official document it makes. The type of the study was normative study emphasizing on the discussion of the existing law norms. This normative type was based on finding the concepts legal materials which are relevant with the problem by using library research. To furnish and support this library research, it was carried out field research trying to find data directly based on the reality happening in the field. The data used was primary and secondary data. The primary data was obtained by finding criminal cases in governmental court and interviewing to several sources, such as judge, notary, and lawyer in Sleman Regency and Daerah Istimewa Yogyakarta. The result of the study showed that there were several criminal acts in criminal law aspects faced by notary in running its job, part of it related to the notary’s official document as the prove or proving tool in criminal case court. Thus, for the sake of investigation, the examination and the proving in the court was carried out seizure to the official documents. If the official document will be seizure as a governmental archive, and if was not proven, thus the official document would be returned to the related notary. Subsequently, the criminal responsibility could be faced by the notary in it was proven guilty breaking criminal law. This action was caused by the deliberation or carelessness of the notary. Thus, either deliberately or carelessness, the notary was responsible individually to receive criminal sanction.
Kata Kunci : Notaris,Tugas dan Jabatan,Hukum Pidana, Criminal Law Aspect faced by Notary