Laporkan Masalah

Pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri (Studi kasus pada siswi kelas 2 SMA Negeri 2 Yogyakarta)

Wahyu Subekti Kurniawan, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Rr. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian tentang Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Siswi Kelas 2 SMA Negeri II Yogyakarta Tahun 2005 berlatar belakang pada banyaknya jumlah penduduk usia remaja dengan mulai matangnya fungsi rerpoduksi dikhawatirkan akan melakukan penyimpangan perilaku seksual apabila tidak disertai dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji gambaran pengetahuan dan mencari tahu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan kesehatan rerpoduksi pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, dimana semua populasi dijadikan responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan penulis dari lapangan dengan cara kuisioner dan wawancara. Analisa yang digunakan adalah analisa frekuensi dan tabulasi silang. Tabel frekuensi digunakan untuk melihat gambaran pola persebaran data secara umum dan tabulasi silang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terbanyak adalah sedang. Remaja mempunyai pengetahuan yang baik pada hal-hal yang berkaitan dengan menstruasi dan kehamilan, sedangkan pada pengetahuan tentang masa subur, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) kurang baik. Apabila diperhatikan lebih detail dari analisi tabulasi silang pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Remaja yang bertempat tinggal di Kota Yogyakarta mempunyai tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang lebih tinggi dari pada remaja yang bertempat tinggal di luar Kota Yogyakarta. Kemudian juga faktor pemberian pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dari ibu, merupakan faktor yang juga memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Semakin intensif pemberian pengetahuan kesehatan rerpoduksi dari ibu, maka semakin tinggi tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Dari penelitian juga diperoleh bahwa teman sebaya merupakan tempat dimana remaja paling sering berinteraksi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dibandingkan interaksinya dengan orang tua dan guru. Teman sebaya merupakan tempat remaja berbagi pengalaman, menceritakan permasalahannya dan tempat bertanya tentang kesehatan reproduksinya, sehingga dari interaksi tersebut remaja mendapatkan tambahan pengetahuan kesehatan reproduksi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

The background study on the knowledge of the female reproducting health on the second grade female of SMU N II Yogyakarta in 2005 is the sum of female teenagers' age by being mature of their fuctions of reproduction. It is worried that the deviation of the sexual behaviour will be appeared among the female teenagers. The deviation will be appeared if there is no education about the knowledge of reproducting health on female teenagers and also find out the factors which influence the level of knowledge in the female teenagers about the reproducting health. The method used in census method where all populations become respondents. The data used in this study is the main data, which was collected from questioners ang interviews. The writer employed the frequency analysis and cross tabulation. The frequency table used to show the illustration of the data spradding globally. The cross tabulation itself used to find out the relation of variables. The result of study shows that the most level of knowledge on reproducting health in teenagers is average. Female teenagers have more knowledge in menstruation ang precnancy than in fertile age, Sexual Infected Desease, and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). From crossing tabulation show that the knowledge in reproducting health on female teenagers influenced by several factors. Teenagers who live in Yogyakarta have more knowledge about reproducting health then ones who not. The mother's role is also one of factors who influence the level of knowledge in reproducting health on teenagers. The more intensive of mother's roles is the higher of the level of knowledge. From the study learned that a friend gives the most places for teenagers to study about reproducting health if it is compared whit their parents and teachers. A friend is a place for sharing about experience, problems and also place for asking about their reproducting health, but sometimes the information that they get from their friends is not excencly correct. Meaning that information is not able to quaranted that it is always true.

Kata Kunci : Kesehatan remaja,Kesehatan reproduksi,Remaja putri

  1. S1-2005-140507-abstract.pdf  
  2. S1-2005-140507-bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140507-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-140507-title.pdf