Laporkan Masalah

ASPEK KELISANAN DAN FUNGSI DALAM MANTRA RITUAL GUMBREGAN PADA MASYARAKAT DESA DENGOK, KAPANEWON PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Erika Az Zahra Nurcahyani, Dr. Rakhmat Soleh, M.Hum. ; Dr. Phil. Ramayda Akmal, M.A. ; Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Ritual Gumbregan merupakan salah satu tradisi agraris yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Desa Dengok dan memuat mantra sebagai bagian penting dalam rangkaian upacara. Penelitian ini menyoroti mantra Gumbregan sebagai bentuk sastra lisan yang tidak hadir semata-mata sebagai teks doa, melainkan sebagai praktik tutur yang hidup dalam peristiwa ritual dan keterlibatan kolektif masyarakat pendukungnya. Fokus penelitian diarahkan pada aspek kelisanan mantra serta fungsi-fungsi yang dijalankannya dalam konteks ritual Gumbregan.

Teori sastra lisan Ruth Finnegan digunakan untuk menganalisis mantra Gumbregan melalui aspek komposisi, transmisi, pertunjukan, dan penonton sebagai unsur utama kelisanan. Konsep fungsi sastra lisan dari Bascom yang diperkaya oleh Indrastuti digunakan untuk mengkaji fungsi sosial dan kultural mantra dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi sastra lisan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku ritual dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi pelaksanaan ritual Gumbregan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa mantra Gumbregan disampaikan melalui pola call and response antara soma sebagai penutur utama dan bocah angon sebagai penonton aktif yang menyahuti dengan sorakiyun, sehingga membentuk pertunjukan tutur yang dialogis dan kolektif. Mantra Gumbregan berfungsi sebagai media pelestarian tradisi melalui pewarisan lisan antargenerasi, sebagai sarana pembangun harapan akan keselamatan dan keberkahan, serta sebagai sarana ritual yang mengaktifkan dan mengesahkan rangkaian upacara Gumbregan. Dengan demikian, mantra Gumbregan menunjukkan karakter sastra lisan yang performatif, multifungsi, dan tetap relevan dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Desa Dengok.

The Gumbregan ritual is one of the agrarian traditions still practiced by the people of Dengok Village and includes mantras as an important part of the ceremony. This study highlights the Gumbregan mantra as a form of oral literature that is not merely a prayer text, but rather a living practice of speech in ritual events and the collective involvement of the supporting community. The focus of the study is on the oral aspect of the mantra and its functions in the context of the Gumbregan ritual.

Ruth Finnegan's theory of oral literature is used to analyze the Gumbregan mantra through the aspects of composition, transmission, performance, and audience as the main elements of orality. Bascom's concept of the function of oral literature, enriched by Indrastuti, is used to examine the social and cultural functions of the mantra in community life. This study uses a descriptive qualitative method with an ethnographic approach to oral literature. Data was obtained through participatory observation, in-depth interviews with ritual performers and community leaders, and documentation of the Gumbregan ritual.

The results show that the Gumbregan mantra is delivered through a call and response pattern between the soma as the main narrator and the bocah angon as the active audience who respond with cheers, thus forming a dialogical and collective performance. The Gumbregan mantra functions as a medium for preserving tradition through intergenerational oral transmission, as a means of building hope for safety and blessings, and as a ritual means of activating and validating the Gumbregan ceremony series. Thus, the Gumbregan mantra demonstrates the performative, multifunctional character of oral literature, which remains relevant in the social and spiritual life of the Dengok Village community.

Kata Kunci : mantra Gumbregan, sastra lisan, ritual agraris, aspek kelisanan, fungsi mantra

  1. S1-2026-494340-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494340-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494340-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494340-title.pdf