Pengaruh Pembelajaran Mandiri Resusitasi Jantung Paru Menggunakan Video terhadap Pengetahuan Pengemudi Ambulans Siaga Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
Amanda Puspaningrum, Sutono, S.Kp., M.Sc., ; Hersinta Resto Martani, S.Kep., Ns., M.Kep.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar
belakang :
Kedaruratan henti jantung dapat diselamatkan pertolongan pertama resusitasi
jantung paru (RJP) oleh pengemudi ambulans siaga desa. Pengemudi ambulans
memerlukan pengetahuan RJP. Pengetahuan
dapat didapatkan dengan menonton video, sehingga penting untuk mengetahui
pengaruh pembelajaran mandiri RJP mengunakan video terhadap pengetahuan
ambulans pengemudi ambulans siaga desa.
Tujuan:
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pembelajaran resusitasi jantung paru terhadap pengetahuan pengemudi ambulans pre-hospital berbasis ambulans siaga desa di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode:
Penelitian
ini merupakan penelitian quasi experiment berdesain pretest-posttest
one group design. Pengambilan sampel dengan total sampling berjumlah
62 pengemudi ambulans siaga desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen
penelitian yang digunakan adalah kuisioner pengetahuan RJP hanya dengan tangan.
Uji statistik penelitian ini adalah statistik deskriptif, dan Uji
Wilcoxon.
Hasil:
Hasil
penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap pengetahuan pengemudi ambulans siaga desa sebelum dan
sesudah intervensi, dengan p-value sebesar 0,687
(p > 0,05).
Kesimpulan: Pembelajaran mandiri resusitasi jantung paru (RJP) menggunakan video tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan pengemudi ambulans pre-hospital berbasis ambulans siaga desa.
Background: Cardiac arrest emergencies can be
managed through immediate first aid in the form of cardiopulmonary
resuscitation (CPR) performed by village ambulance drivers. Adequate CPR knowledge is therefore essential for
ambulance drivers. Knowledge can be obtained through video-based learning;
thus, it is important to examine the effect of self-directed CPR learning using
video media on the knowledge of village ambulance drivers.
Objective:
This
study aimed to determine the effect of self-directed cardiopulmonary
resuscitation (CPR) learning using video on the knowledge of pre-hospital
ambulance drivers operating village ambulances in the Special Region of
Yogyakarta.
Methods:
This
study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest
approach. A total sampling technique was used, involving 62 village mbulance
drivers in the Special Region of Yogyakarta. The research instrument was a
hands-only CPR knowledge questionnaire. Data were analyzed using descriptive
statistics, the Wilcoxon test.
Results:
The
results showed no significant difference in the knowledge of village ambulance
drivers before and after the intervention, with a p-value of 0.687 (p >
0.05).
Conclusion: Self-directed CPR learning using video did not have a significant effect on the knowledge of pre-hospital ambulance drivers operating village ambulances.
Kata Kunci : ambulans, pengemudi ambulans, resusitasi jantung paru, video pembelajaran, yogyakarta