Sikap Anak Usia 10-12 Tahun terkait dengan Demensia di Kota Yogyakarta
Erlina Septiasari, Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., MNg ; Dr. Heru Subekti., S.Kep., Ns., MPH
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Pemahaman mengenai sikap anak terhadap orang dengan demensia (ODD) masih menjadi penting mengingat demensia dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan memengaruhi interaksi sosial di lingkungan sekitar. Kurangnya pemahaman pada anak berpotensi memunculkan sikap negatif serta rendahnya empati terhadap ODD. Hingga saat ini, penelitian mengenai sikap anak terhadap demensia masih terbatas di Indonesia, sehingga belum tersedia data yang memadai sebagai dasar pengembangan pendidikan yang efektif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran sikap anak terkait dengan demensia di Kota Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dengan pendekatan school-based. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling pada 405 anak kelas 4 dan 5 pada tiga sekolah dasar negeri di Kota Yogyakarta. Instrumen yang digunakan, yaitu kuesioner The Kids Insight into Dementia Survei (KIDS).
Hasil: Skor rerata sikap anak berada pada nilai 47,21±6,501, sikap anak positif. Ketiga domain KIDS (Personhood, Stigma, dan Dementia Understanding) menunjukkan hasil yang serupa, yaitu berada dalam rentang yang positif. Sikap anak lebih positif pada situasi yang familiar. Sikap anak terhadap demensia menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada kelompok usia 11, responden laki-laki, responden kelas V, dan responden yang sudah terpapar informasi demensia.
Kesimpulan: Sikap anak terhadap demensia menunjukkan sikap yang positif. Sikap anak lebih positif pada situasi yang familiar.
Background: Understanding children's attitudes toward people with dementia (PWD) remains crucial, given that dementia can affect all age groups and impact social interactions within the community. A lack of understanding among children can potentially lead to negative attitudes and low empathy toward people with dementia. Until now, research on children's attitudes toward dementia is limited in Indonesia, leaving insufficient data to provide a basis for developing effective education.
Objective: To describe the children's attitudes towards dementia in Yogyakarta.
Methods: This is a quantitative study that used a cross-sectional design with a school based approach. The sampling technique used accidental sampling among 405 fourth and fifth-grade children from three public elementary schools in Yogyakarta. The instrument is The Kids Insight into Dementia Survey (KIDS) questionnaire.
Results: The mean score for children's attitudes was 47.21±6.501, indicating a positive attitude. All three KIDS domains (Personhood, Stigma, and Dementia Understanding) showed similar results, falling within the positive range. Children's attitudes were more positive in familiar situations. Children's attitudes toward dementia were higher in the 11-year-old age group, male respondents, fifth grade respondents, and respondents who had been exposed to dementia information
Conclusion: Children's attitudes toward dementia were positive. Children's attitudes were more positive in familiar situations.
Kata Kunci : Anak, Demensia, Sikap