Association of Body Mass Index (BMI) and Cognitive Function in Elementary School Students in Donokerto, Turi, Yogyakarta
Amanda Desiani Puteri, Dr. dr. Cempaka Thursina Srie Setyaningrum, Sp.N., Subsp.Ped(K); dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D., Sp.N., Subsp.ENK(K)
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Fungsi kognitif mencakup proses pembelajaran seumur hidup, termasuk perkembangan memori jangka panjang dan pendek serta penalaran numerik. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) abnormal, termasuk kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan, dikaitkan dengan kemungkinan gangguan kognitif yang lebih tinggi. Namun, temuan di berbagai studi masih belum konsisten dan bukti pada siswa sekolah dasar masih terbatas. Studi ini akan menentukan apakah indeks massa tubuh mempengaruhi fungsi kognitif pada anak, khususnya siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Tujuan: Untuk menilai hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif pada siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan desain observasional analitis, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat, lima, dan enam sekolah dasar di Yogyakarta. Populasi penelitian adalah siswa dari lima sekolah dasar di Donokerto, Yogyakarta, yaitu dari SDN Turi 1, SDN Turi 2, SDN Turi 3, SD Karanganyar, dan SD Negeri Donokerto.
Hasil: Sebanyak 259 sampel digunakan, dengan total 192 siswa dengan BMI abnormal dan 67 siswa dengan BMI normal. Tidak ada hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif dengan nilai ? sebesar 0,250. Ditemukan bahwa siswa dengan BMI abnormal mengalami fungsi kognitif yang lebih abnormal dibandingkan siswa dengan BMI normal, tetapi interval kepercayaan berada antara 0,334-1,332, sehingga tidak signifikan secara statistik. Jenis kelamin dianggap berhubungan signifikan dengan fungsi kognitif karena nilai ? sebesar 0,002.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif pada siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Latar Belakang: Fungsi kognitif mencakup proses pembelajaran seumur hidup, termasuk perkembangan memori jangka panjang dan pendek serta penalaran numerik. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) abnormal, termasuk kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan, dikaitkan dengan kemungkinan gangguan kognitif yang lebih tinggi. Namun, temuan di berbagai studi masih belum konsisten dan bukti pada siswa sekolah dasar masih terbatas. Studi ini akan menentukan apakah indeks massa tubuh mempengaruhi fungsi kognitif pada anak, khususnya siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Tujuan: Untuk menilai hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif pada siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan desain observasional analitis, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat, lima, dan enam sekolah dasar di Yogyakarta. Populasi penelitian adalah siswa dari lima sekolah dasar di Donokerto, Yogyakarta, yaitu dari SDN Turi 1, SDN Turi 2, SDN Turi 3, SD Karanganyar, dan SD Negeri Donokerto.
Hasil: Sebanyak 259 sampel digunakan, dengan total 192 siswa dengan BMI abnormal dan 67 siswa dengan BMI normal. Tidak ada hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif dengan nilai ? sebesar 0,250. Ditemukan bahwa siswa dengan BMI abnormal mengalami fungsi kognitif yang lebih abnormal dibandingkan siswa dengan BMI normal, tetapi interval kepercayaan berada antara 0,334-1,332, sehingga tidak signifikan secara statistik. Jenis kelamin dianggap berhubungan signifikan dengan fungsi kognitif karena nilai ? sebesar 0,002.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dan fungsi kognitif pada siswa sekolah dasar di Donokerto, Turi, Yogyakarta.
Kata Kunci : cognitive function, body mass index, children