Laporkan Masalah

Narrative Review: Strategi Pengembangan Wisata Medis di Asia Tenggara

Nadhea Chonsa Fairuzafira, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K; Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes.

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Wisata medis (medical tourism) berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. Asia Tenggara menjadi salah satu tujuan wisata medis utama dunia, dengan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Indonesia turut mengembangkan wisata medis, tetapi industri wisata medis di Indonesia belum mengalami peningkatan signifikan. Perlu dilakukan penelitian mengenai strategi pengembangan wisata medis di negara-negara Asia Tenggara secara menyeluruh.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyintesis pola dari variasi strategi pengembangan wisata medis di negara-negara Asia Tenggara.

Metode: Metode penelitian ini adalah narrative review. Literatur yang relevan dicari dalam database elektronik Scopus dan PubMed dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian, informasi deskriptif diekstraksi dari literatur dan dianalisis untuk membuat tema dari pola yang muncul. Kriteria inklusi meliputi artikel mengenai strategi pengembangan wisata medis dengan konteks tempat negara-negara di Asia Tenggara, artikel ilmiah original berbahasa Inggris, tersedia dalam bentuk full text, dan dipublikasikan pada tahun 2020 hingga 2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang hanya membahas wisata kebugaran (wellness tourism), artikel review serta buku.

Hasil: Ditemukan 6 artikel relevan untuk ditinjau dengan lokasi penelitian Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Berdasarkan ekstraksi data, strategi pengembangan wisata medis dapat dikelompokkan ke dalam 5 tema utama, yaitu tema kebijakan, jaminan mutu, pemasaran, fasilitas pendukung, dan strategi lain yang dipengaruhi oleh konteks destinasi. Tema kebijakan muncul sebagai strategi dominan dan ditemukan di 4 artikel. Bentuk praktis dari tema tersebut antara lain, kolaborasi lintas sektor, insentif pemerintah, dan pengembangan zona ekonomi kesehatan. Strategi kontekstual yang ditemukan berupa pengembangan pariwisata alam, wellness care, dan pengobatan herbal tradisional di Indonesia sebagai diferensiasi layanan. 

Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wisata medis di Asia Tenggara dapat dikelompokkan ke dalam 5 tema utama yang secara bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan, pertumbuhan pendapatan, kepuasan pasien, dan daya saing destinasi. Pengembangan wisata medis di Indonesia perlu berfokus pada penguatan kebijakan sebagai strategi utama melalui tata kelola, regulasi, dan skema insentif.

Background: Medical tourism has grown rapidly over the past 20 years. Southeast Asia has become one of the world’s leading medical tourism destinations with countries such as Malaysia, Thailand, and Singapore. Indonesia has also sought to develop its medical tourism industry; however, the industry has not experienced significant growth. Comprehensive research is therefore needed to examine medical tourism development strategies across Southeast Asian countries.

Objectives: This study aims to synthesize patterns from variations in medical tourism development strategies in Southeast Asian countries.

Methods: This study employed a narrative review method. Relevant literature was searched in the Scopus and PubMed databases and selected based on predefined inclusion and exclusion criteria. Descriptive information was extracted from the selected articles and analyzed to generate themes from emerging patterns. The inclusion criteria comprised original research articles in English discussing medical tourism development strategies in the context of Southeast Asian countries, available in full text, and published between 2020 and 2025. The exclusion criteria included articles addressing only wellness tourism, review articles, and books.

Results: A total of six relevant articles were identified, with study locations in Malaysia, Indonesia, Thailand, and Singapore. Based on data extraction, medical tourism development strategies were categorized into five main themes: policy, quality assurance, marketing, supporting facilities, and other strategies influenced by destination-specific contexts. The policy theme emerged as the dominant strategy and was identified in four articles. Practical forms of this theme included cross-sector collaboration, government incentives, and the development of health economic zones. Context-specific strategies identified included the development of nature-based tourism, wellness care, and traditional herbal medicine in Indonesia as service differentiation.

Conclusions: The findings indicate that medical tourism development strategies in Southeast Asia can be grouped into five main themes that collectively contribute to increased visitor numbers, revenue growth, patient satisfaction, and destination competitiveness. The development of medical tourism in Indonesia should prioritize strengthening policy as the primary strategy through improved governance, regulatory frameworks, and incentive schemes. 

Kata Kunci : wisata medis, strategi pengembangan, Asia Tenggara

  1. S1-2026-423880-abstract.pdf  
  2. S1-2026-423880-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-423880-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-423880-title.pdf