Gambaran Pengetahuan Pengemudi Ambulans Siaga Desa Terhadap Tindakan Stabilisasi Pasien Pra-Fasilitas Layanan Kesehatan di Daerah Yogyakarta
Graciella Amariliza Stefani Yopi, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep; Hersinta Retno Martani, S.Kep., Ns., M.Kep
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Ambulans siaga desa merupakan alat transportasi kesehatan yang diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan. Ketidaktetapan pengemudi ambulans siaga desa berpotensi menimbulkan perbedaan pengetahuan dalam melakukan tindakan stabilisasi.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pengemudi ambulans siaga desa terhadap tindakan stabilisasi, meliputi manajemen jalan nafas (airway), manajemen pernafasan (breathing), manajemen sirkulasi dan perdarahan (circulation), serta imobilisasi patah tulang.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan pengemudi ambulans siaga desa dari 17 desa di dalam wilayah provinsi D.I. Yogyakarta dan memiliki pengalaman mengemudikan ambulans siaga desa selama minimal 1 bulan sampai bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan instrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai validitas SCVI/Ave 0,97 dan nilai reliabilitas ?=0,705.
Hasil: Pengetahuan pengemudi ambulans siaga desa berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 7,15. Mayoritas responden sudah dapat menjawab benar pada soal indikator manajemen jalan nafas (airway) dan manajemen pernafasan (breathing). Hasil yang berbeda ditemukan pada indikator manajemen sirkulasi dan perdarahan (circulation) dan imobilisasi patah tulang.
Kesimpulan: Pengemudi ambulans siaga desa sudah memiliki pengetahuan dasar dalam tingkat cukup tentang tindakan stabilisasi. Meskipun demikian, pelatihan terkait tindakan stabilisasi bagi pengemudi ambulans siaga desa tetap diperlukan sebagai upaya peningkatan kompetensi pengemudi ambulans siaga desa.
Background: Village ambulances are a form of health transportation expected to provide first aid in emergency situations. The non-permanent status of village ambulance drivers may lead to differences in knowledge regarding the performance of patient stabilization measures.
Objective: This study aims to determine the overview of village ambulance driver’s knowledge regarding pre-health facility patient stabilization, which include airway management, breathing management, circulation and hemorrhage management, and fracture immobilization.
Method: This study is a descriptive observational design with a quantitative approach using a cross-sectional design. The study population consisted of village standby ambulance drivers from 17 villages in the Special Region of Yogyakarta who had at least one month of experience operating a village standby ambulance as of July 2025. A total sampling technique was used, resulting in 62 respondents. The research instrument was a questionnaire developed by the researcher, with content validity values of S-CVI/Ave = 0.97 and reliability value of ? = 0.705.
Result: Village ambulance driver’s knowledge regarding pre-health facility patient stabilization was categorized as moderate, with a mean score of 7.15. Most respondents were able to correctly answer questions related to airway management and breathing management indicators. Different results were found for the indicators of circulation and hemorrhage management as well as fracture immobilization.
Conclusion: Village ambulance drivers have a basic level of knowledge regarding patient stabilization actions, which is categorized as moderate. Nevertheless, training related to stabilization measures remains necessary as an effort to improve the competence of village emergency ambulance drivers.
Kata Kunci : ambulans, pengemudi ambulans, tindakan stabilisasi