Gambaran Kesesuaian Spesifikasi Ambulans Siaga Desa dengan Pedoman Teknis Ambulans Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019 di Daerah Istimewa Yogyakarta
Marginingsih, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep.; Hersinta Retno Martani, S.Kep., Ns., M.Kep.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar
Belakang: Ambulans siaga
desa berperan sebagai sarana transportasi pasien bukan gawat darurat di tingkat
desa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Pedoman Teknis
Ambulans Tahun 2019 sebagai dasar
pengadaan ambulans. Namun, perbedaan kepemilikan dan keterbatasan sumber
daya berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian penerapan pedoman tersebut.
Tujuan
Penelitian: Penelitian
ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian ambulans siaga desa di Daerah
Istimewa Yogyakarta dengan Pedoman Teknis Ambulans Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia Tahun 2019.
Metode:
Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas
21 ambulans siaga desa yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.
Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 di 17
kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data numerik dilakukan secara
univariat, sedangkan tingkat kesesuaian ambulans siaga desa terhadap pedoman
dinyatakan dalam bentuk persentase. Kategori kesesuaian ditetapkan sebagai
kurang sesuai (<55>75%).
Hasil:
Seluruh ambulans siaga
desa di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persentase <55>
Kesimpulan: Secara umum, tingkat kesesuaian spesifikasi ambulans siaga desa di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pedoman Teknis Ambulans Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019 masih tergolong kurang, dan tidak terdapat ambulans siaga desa yang sepenuhnya sesuai dengan pedoman tersebut.
Background: Village ambulances serve as
transportation for non-emergency patients. The Ministry of Health of the
Republic of Indonesia has issued the 2019 Technical Guidelines for Ambulances
however, variations in ownership and resource limitations may result in non-compliance
with these guidelines.
Objective: This study aims to describe the
compliance of village ambulances in the Special Region of Yogyakarta with the
2019 Technical Guidelines for Ambulances issued by the Ministry of Health of
the Republic of Indonesia.
Method: This study employed a descriptive quantitative design.
The study subjects consisted of 21 village ambulances selected using a
consecutive sampling technique. Data were collected from December 2025 to
January 2026 in 17 villages within the Special Region of Yogyakarta. Numerical
data were analyzed using univariate analysis, while ambulance compliance with
the guidelines was presented as percentages. The level of compliance was
categorized as poor (<55>75%).
Result: All village ambulances in the Special Region of
Yogyakarta had compliance percentages (<55>
Conclusion: Overall, the level of compliance of village ambulance specifications in the Special Region of Yogyakarta with the 2019 Technical Guidelines for Ambulances issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia was low, and none of the village ambulances fully met the guidelines.
Kata Kunci : Yogyakarta, kesesuaian ambulans, ambulans siaga desa, Kementerian Kesehatan RI