Parents' Involvement in Preconception Care in Kabupaten Bantul
Alyssalma Callista Widiaputri, dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC., Sp.KKLP., Ph.D. ; dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH., SpOg
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang : Perawatan Prakonsepsi (PPC) merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan hasil kelahiran dengan menangani faktor risiko sebelum kehamilan. Dalam budaya Indonesia yang saling bergantung, keterlibatan orang tua melalui dukungan emosional dan praktis sangatlah penting, termasuk di Kabupaten Bantul, di mana angka kematian ibu dan bayi baru lahir yang tinggi masih belum memenuhi target yang ditetapkan oleh WHO dan rencana strategis regional. Mengingat tantangan kesehatan tersebut, penelitian ini mengkaji penerapan PCC di Bantul dan mengkaji peran khusus keterlibatan orang tua di dalamnya.
Tujuan : Untuk mengidentifikasi tingkat keterlibatan orang tua serta faktor-faktor yang berkaitan dengan keterlibatan orang tua dalam perawatan prakonsepsi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain fenomenologis kualitatif dengan 20 orang orang tua (n=20) di Bantul, Yogyakarta, yang memenuhi kriteria domisili selama enam bulan. Data dikumpulkan antara Oktober dan Desember 2025 melalui wawancara mendalam semi-terstruktur (masing-masing berdurasi 14–45 menit) yang mencakup pertanyaan terbuka dan pertanyaan lanjutan. Analisis tematik induktif digunakan untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul secara langsung dari narasi para peserta.
Hasil : Studi ini mengidentifikasi empat tema: (1) kesadaran orang tua, (2) persepsi akan pentingnya, (3) tantangan dan harapan, serta (4) bentuk-bentuk keterlibatan praktis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kesadaran formal tentang PCC rendah, orang tua memandang PCC sebagai hal yang vital untuk memastikan kesehatan ibu dan janin serta hasil persalinan yang positif. Keyakinan ini tercermin dalam dukungan fisik, material, dan emosional yang signifikan, meskipun orang tua sering kali tidak menyadari bahwa kontribusi mereka sejalan dengan tujuan formal PCC. Sebagai mitra konsultatif, mereka menghormati otonomi pasangan tersebut serta kewenangan mereka dalam mengambil keputusan akhir. Karena tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah seperti Puskesmas dan KUA, tidak ditemukan adanya kendala struktural yang berarti, sehingga harapan ke depan difokuskan pada peningkatan gaya hidup individu dan komunikasi internal dalam keluarga.
Kesimpulan : Orang tua memainkan peran penting sebagai mitra yang mendukung dalam perawatan prakonsepsi, dengan memberikan dukungan emosional dan material yang esensial tanpa mengabaikan otonomi anak-anak mereka. Karena keterlibatan ini sering kali terjadi tanpa didasari pengetahuan formal, jelaslah bahwa diperlukan peraturan dan program kesehatan untuk secara resmi melibatkan orang tua dalam kerangka kerja perawatan prakonsepsi (PCC). Melibatkan orang tua secara strategis merupakan langkah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dan berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir....
Background : Preconception Care (PCC) is a strategic approach to improve birth outcomes by addressing risk factors before pregnancy. In Indonesia's interdependent culture, parental involvement through emotional and practical support is paramount, including in Bantul Regency, where high maternal and neonatal mortality rates still fail to meet WHO & regional strategic design targets. Given these health challenges, this study investigates the implementation of PCC in Bantul and explores the specific role of parents' involvement within it.
Objective : To identify parents’ involvement and factors associated with parents' involvement in preconception care in Bantul Region, Yogyakarta.
Methods : This study utilized a qualitative phenomenological design with 20 parents (n=20) in Bantul, Yogyakarta, who met the six-month residency criteria. Data were collected between October and December 2025 through semi-structured, in-depth interviews (14–45 minutes each) featuring open-ended and branching questions. An inductive thematic analysis was employed to identify emerging patterns directly from the participants' narratives.
Result : The study identified four themes: (1) parental awareness, (2) perceived importance, (3) challenges and expectations, and (4) practical forms of involvement. Findings revealed that while formal awareness of PCC was low, parents perceived it as vital for ensuring maternal-fetal health and positive birth outcomes. This belief manifested in significant physical, material, and emotional support, though parents often remained unaware that their contributions aligned with formal PCC goals. As consultative partners, they respected the couple’s autonomy and final decision-making authority. Due to high community trust in government institutions such as Puskesmas and KUA, no significant structural challenges were identified, with future expectations focusing on enhancing individual lifestyle and internal family communication.
Conclusion : Parents play a vital role as supportive partners in preconception care, providing essential emotional and material aid without overriding their children's autonomy. Since this involvement often occurs without formal knowledge, there is a clear need for health regulations and programs to officially integrate parents into the PCC framework. Strategically involving parents is a key step to improve service quality and contribute to the reduction of maternal and neonatal mortality rates.
Kata Kunci : Preconception care, parents involvement, maternal & neonatal health, and Bantul