Laporkan Masalah

PERANCANGAN PERALATAN PEMANAS AWAL MINYAK RESIDU PADA PLTGU

Rantos Jabatanto, Prof. Dr-Ing. Ir. Harwin Saptoadi, M.S.E., IPM. ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) merupakan pembangkit jenis combined cycle. Pembangkit jenis ini memanfaatkan panas gas buang dari turbin gas untuk memanaskan air di pipa-pipa pemanas dalam boiler. Boiler yang seperti ini disebut boiler jenis Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Bahan bakar di PLTGU UBP Semarang adalah minyak High speed diesel (HSD) atau biasanya disebut solar. Sesuai dengan program pemerintah dalam penghematan bahan bakar minyak, dimana harga HSD di pasaran lebih mahal dibandingkan dengan harga minyak residu (MFO) dengan selisis Rp. 4000,-/liter, maka bahan bakar HSD tersebut perlu diganti dengan bahan bakar minyak residu (MFO). Penggantian bahan bakar ini dapat menghemat biaya operasi untuk tiga buah turbin gas sebesar Rp. 3.024.000.000,-/hari. Minyak residu (MFO) adalah hasil pengolahan minyak bumi yang mutunya di bawah kualitas solar dan di atas mutu aspal. Spesifikasi minyak residu yang diperlukan saat operasi kerja adalah pada temperatur 135 0C (7,327 cp) dan tekanan operasi 472 psia, kondisi tersebut diperlukan untuk proses atomisasi minyak residu di dalam burner. Untuk mencapai kondisi minyak residu seperti di atas, maka diperlukan pemanasan dahulu terhadap minyak residu dan alat pemanasnya menggunakan jenis shell and tube. Alat pemanas ini menggunakan steam yang didapat dari auxilliary steam atau dari auxilliary boiler yang ada di PLTGU Tambak Lorok, Semarang. Pemanasan MFO dilakukan dua kali, pemanasan pertama (HE 2) bertujuan untuk pemprosesan MFO dalam menghilangkan molekul-molekul beratnya. Pemanasan pertama ini memanaskan MFO dari temperature 21 0C sampai 100 0C, dimana pemanasan ini menggunakan 2 buah pemanas shell and tube dengan susunan tube triangular. Pemanasan kedua (HE 1) bertujuan untuk pemanasan MFO dari 100 0C sampai 135 0C dengan menggunakan shell and tube dan untuk susunan tubenya adalah square. Laju massa MFO untuk pemanas 1 dan pemanas 2 ini berbeda, dimana pada pemanas 1 laju massa MFO adalah 208932 lb/h dan pemanas 2 dengan laju massa MFO 156700 lb/h.

Kata Kunci : pemanas, viskositas, laju massa

  1. S1-FTK-2008-Rantos_Jabatanto-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Rantos_Jabatanto-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Rantos_Jabatanto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Rantos_Jabatanto-title.pdf