Laporkan Masalah

Suara Anak Tentang Pengalaman Pengasuhan Kekerabatan Pada Keluarga Buka Weki di Adonara

Rosalia Katarina Lamanepa, Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D

2026 | Tesis | S2 Psikologi

Pengasuhan kekerabatan (kinship care) merujuk pada situasi di mana anak-anak diasuh oleh kakek-nenek atau kerabat lain ketika orang tua biologis tidak dapat menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Di suku Lamaholot, praktik pengasuhan kekerabatan masih sering dilakukan dalam masyarakat yang disebabkan oleh kondisi sosial budaya salah satunya yaitu praktik buka weki, merujuk pada keputusan meninggalkan keluarga termasuk suami, anak, dan suku untuk menikah lagi. Maka, ketika istri memilih melakukan buka weki, mereka tidak dilibatkan lagi dalam upacara adat serta akhirnya berdampak pada terputusnya relasi dengan keluarga suami dan berkurangnya keterlibatan ibu dalam pengasuhan anak. Terputusnya hubungan antara suami dan istri umumnya hanya melibatkan suara orang dewasa, sementara keputusan mengenai pengasuhan anak jarang dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pengasuhan kekerabatan anak serta memantik suara mereka terkait pengasuhan dalam keluarga buka weki. Sebanyak 10 anak dan remaja terlibat dalam Participatory Action Research (PAR) dengan metode photovoice. Hasil penelitian memunculkan empat tema yaitu dinamika pengasuhan dalam keluarga, pengalaman sosial anak, kondisi keluarga, dan refleksi perubahan. Suara anak dihadirkan berupa perasaan dan harapan yaitu perasaan sedih karena kehilangan peran orang tua dan harapan mengenai keterbatasan kondisi ekonomi, kebutuhan adat yang berperan sebagai agen sosial dominan, adanya tanggung jawab domestik yang menuntut anak untuk bekerja sejak usia dini, yang tercermin dari dominasi sistem patriarki dalam pembagian tugas, serta ketidaktersediaan fasilitas publik. Pengasuhan dalam keluarga buka weki tidak hanya dilihat sebagai praktik budaya pada kelompok dewasa dalam membuat keputusan tetapi juga peran anak dan pengasuhan dalam keluarga, sehingga buka weki juga dilihat sebagai keluarga secara keseluruhan mulai dari bapak, mama, anak bahkan keluarga besar serta suku yang meliputi di dalamnya. Dengan demikian, perlu adanya sinergi semua pihak dalam mengoptimalkan pengasuhan dalam keluarga buka weki.

Kinship care refers to situations in which children are raised by grandparents or other relatives when biological parents are unable to fulfil their parenting roles adequately. Among the Lamaholot people, the practice of kinship care is still common in the community due to socio-cultural conditions, one of which is the practice of buka weki, which refers to the decision to leave one’s family including one’s husband, children, and clan to remarry. Thus, when a wife chooses to practice buka weki, she is no longer involved in traditional ceremonies, which ultimately leads to the severing of ties with her husband’s family and a reduction in the mother’s involvement in child-rearing. The breakdown of the relationship between husband and wife typically involves only the voices of adults, while decisions regarding child-rearing are rarely considered. This study aims to explore children’s experiences of kinship-based child-rearing and to amplify their voices regarding child-rearing within buka weki families. A total of 10 children and adolescents participated in Participatory Action Research (PAR) using the photovoice method. The findings revealed four themes: dynamics of child-rearing within the family, children’s social experiences, family conditions, and reflections on change. Children’s voices were expressed through their feelings and hopes: feelings of sadness due to the loss of parental roles, and hopes regarding economic constraints, traditional customs acting as dominant social agents, the presence of domestic responsibilities requiring children to work from a young age reflected in the dominance of the patriarchal system in task distribution as well as the lack of public facilities. Parenting within Buka Weki family is not only viewed as a cultural practice among adults in decision-making but also encompasses the role of children and parenting within the family; thus, Buka Weki family is viewed as a whole, including the father, mother, children, extended family, and the clan encompassed within it. Consequently, synergy among all parties is necessary to optimize parenting within Buka Weki family.

Kata Kunci : buka weki, lamaholot, pengasuhan kekerabatan, photovoice, PAR

  1. S2-2026-529940-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529940-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529940-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529940-title.pdf