Laporkan Masalah

RESILIENSI PEMBERDAYAAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS: STUDI KEPEMIMPINAN DALAM GERAKAN INOVASI AKAR RUMPUT DI KOMUNITAS SEKOLAH MARJINAL YOGYAKARTA

Zidane Al Yasmin, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A; Bapak Dr. Setiadi, M,Si

2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Penelitian ini membahas studi kepemimpinan yang membangun resiliensi dalam gerakan akar rumput dalam konteks pemberdayaan sosial di Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) Yogyakarta. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena KSM yang didirikan oleh Achmad Zulfikar Agung sejak tahun 2019, serta keberhasilannya menunjukkan ketahanan luar biasa dalam memberdayakan masyarakat marjinal di Yogyakarta. Tujuan utama penelitian ini ialah mengidentifikasi bentuk dan peran kepemimpinan yang menjadikan KSM resilien, menganalisis faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan di KSM, serta mengeksplorasi cara komunitas tersebut membangun resiliensi pemberdayaan sosial. Metode penelitian mengadopsi pendekatan kualitatif eksploratif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh kepemimpinan komunitas serta pihak relevan, menggunakan teknik penentuan informan secara terarah (purposive sampling) berdasarkan kebutuhan data, sementara validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode guna meningkatkan akurasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi KSM terbentuk dari perpaduan gaya kepemimpinan transformasional, demokratis, dan adaptif yang saling melengkapi; di mana kepemimpinan transformasional Achmad Zulfikar Agung (dikenal sebagai Mas Agung) terwujud melalui kemampuannya menginspirasi masyarakat untuk terlibat dalam gerakan pemberdayaan, kepemimpinan demokratis tercermin dalam pelibatan anggota melalui musyawarah dan pengambilan keputusan kolektif, dan kepemimpinan adaptif terlihat dari kemampuan komunitas beradaptasi di tengah situasi tak terduga. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengungkapkan peran kepemimpinan dalam gerakan inovasi akar rumput, seperti membangun motivasi, visi bersama, jaringan, sistem kerja, dan dukungan pendanaan. Selain itu, dibahas juga mengenai faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan akar rumput dianalisis dari aspek internal maupun eksternal. Temuan selanjutnya adalah analisis resiliensi KSM yang terbentuk melalui proses adaptasi terhadap gangguan atau tantangan, pengelolaan risiko dan ketidakpastian, serta pemanfaatan peluang untuk memperkuat organisasi. 

This study explores leadership practices that foster resilience in grassroots movements within the context of social empowerment at the Marginal School Community (KSM) Yogyakarta. The research is based on the phenomenon of KSM, founded by Achmad Zulfikar Agung in 2019, which has demonstrated remarkable resilience in empowering marginalized communities in Yogyakarta. The primary objectives of this study are to identify the forms and roles of leadership that contribute to KSM’s resilience, analyze enabling and constraining factors of leadership within KSM, and explore how the community builds social empowerment resilience. A qualitative exploratory approach is employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving community leaders and relevant stakeholders. Data collection uses purposive sampling based on research needs, while data validity is enhanced through source and method triangulation. Findings indicate that KSM’s resilience stems from a complementary integration of transformational, democratic, and adaptive leadership styles. Transformational leadership, exemplified by Achmad Zulfikar Agung (commonly known as Mas Agung), is manifested in his ability to inspire community participation in empowerment initiatives. Democratic leadership is reflected in member engagement through deliberation and collective decision making, while adaptive leadership is evident in the community's capacity to adjust amid unpredictable circumstances. Furthermore, the study reveals leadership's role in driving grassroots innovation, including the development of motivation, shared vision, networks, work systems, and funding support. Supporting and inhibiting factors of grassroots leadership are analyzed from both internal and external perspectives. Additional findings highlight KSM’s resilience through processes of adapting to disruptions or challenges, managing risks and uncertainties, and leveraging opportunities to strengthen the organization. 

Kata Kunci : Resilience, social empowerment, leadership study, grassroots innovation, marginal community

  1. S2-2026-530833-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530833-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530833-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530833-title.pdf