Laporkan Masalah

analisis tingkat kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia 7-10 tahun berdasarkan kebiasaan buruk oral dan tingkat pendidikan orang tua (index of orthodontic treatment need aesthetic component)

Shalsa Sabilah Fatia Widodo, drg. Yanuarti Retnaningrum, Sp.Ort Subsp. DDPK (K) NIP.111198701201607201; drg. Paramita Noviasari, Sp.Ort Subsp. DDTK (K) NIP.198611102019032011

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak usia sekolah dan dapat memengaruhi fungsi serta estetika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia 7-10 tahun berdasarkan kebiasaan buruk oral dan tingkat pendidikan orang tua menggunakan Aesthetic Component (AC) Index of orthodontic treatment need

Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 67 anak usia 7-10 tahun di SDN Bangirejo 1 Yogyakarta. Data kebiasaan buruk oral dan tingkat pendidikan orang tua diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kebutuhan perawatan ortodonti dinilai melalui pemeriksaan klinis mengnggunakan Aesthetic component

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan buruk oral memiliki pengaruh yang signifikan namun lemah terhadap tingkat kebutuhan perawatan ortodonti sedangkan tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh sigifikan terhadap kebutuhan perawatan ortodonti maupun kebiasaan uruk oral.


Malocclusion is a common oral health problem in school aged children that may affect function and aesthetics. This study animed to xinalyse orthodontic treatment needs in childrean aged 7-10 years based on oral bad habits and parental education level using the aesthetic component (AC) Index if orthodontic treatment need.

This observational analytic study with a cross-sectional design involved 67 children at SDN Bangirejo 1 Yogyakarta. Data were colleted using questionnaires and clinical examinations based on the aesthetic component 

The result showed that oral bad habits had a significant but weak effect on orthodontic treatment needs, while parental education level had no significant effect.

Kata Kunci : Maloklusi, Kebiasaan buruk oral, Pendidikan orang tua, kebutuhan perawatan ortodonti, Aesthetic Component/Malocclusion, oral bad habits, parental education level, orthodontic treatment need, Aesthetic Component

  1. S1-2026-481352-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481352-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481352-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481352-title.pdf