Laporkan Masalah

Analisis Komparatif Teknik Penerjemahan Unsur Budaya oleh Chatgpt-5 dan Insan Penerjemah dalam Novel Karya Sastra Klasik Inggris ke Bahasa Indonesia

Liya Najiya, Dr. Adi Sutrisno, M.A.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan yang digunakan oleh ChatGPT-5 dan insan penerjemah dalam menerjemahkan unsur budaya serta menganalisis persamaan dan perbedaan penerapannya dalam novel The Secret Garden dan A Little Princess karya Frances Hodgson Burnett. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Data penelitian berupa kata dan frasa yang mengandung unsur budaya yang diklasifikasikan berdasarkan kategori budaya menurut Newmark, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teknik penerjemahan Molina dan Albir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya sastra tersebut mengandung unsur budaya ekologi, material, sosial, organisasi sosial, dan kebiasaan. Dari delapan belas teknik penerjemahan, hanya sebagian teknik yang ditemukan dalam data, dengan teknik peminjaman sebagai teknik yang paling dominan dengan persentase hampir setengah dari total kemunculan teknik. Temuan ini menunjukkan bahwa baik ChatGPT-5 maupun insan penerjemah cenderung mempertahankan istilah budaya sumber, terutama pada istilah yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa sasaran. Meskipun demikian, insan penerjemah lebih sering mengombinasikan teknik peminjaman dengan amplifikasi, adaptasi, atau kesepadanan lazim untuk meningkatkan keterpahaman makna budaya bagi pembaca. Sebaliknya, ChatGPT-5 menunjukkan kecenderungan mempertahankan bentuk istilah budaya secara lebih konsisten tanpa penambahan penjelasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penerjemahan berperan sebagai strategi interpretatif dalam menghadirkan makna budaya dalam penerjemahan sastra lintas budaya.

This study aims to identify the translation techniques used by ChatGPT-5 and human translators in translating cultural terms and to analyze the similarities and differences in their application in the novels The Secret Garden and A Little Princess by Frances Hodgson Burnett. This research employs a qualitative method with a descriptive-comparative approach. The data consist of words and phrases containing cultural elements classified based on Newmark’s cultural categories and analyzed using Molina and Albir’s translation techniques framework. The findings reveal that the novels contain various cultural elements, including ecological, material, social, organizational, and habitual aspects. Among the eighteen translation techniques proposed by Molina and Albir, only several techniques were identified in the data, with borrowing emerging as the most dominant technique, accounting for nearly half of the total occurrences. This indicates that both ChatGPT-5 and human translators tend to preserve source-culture terms, particularly those without direct equivalents in the target language. However, human translators more frequently combine borrowing with amplification, adaptation, or established equivalents to enhance readers’ comprehension of cultural meanings. In contrast, ChatGPT-5 demonstrates a stronger tendency to consistently retain the original cultural terms without additional clarification. The study highlights that translation techniques function as interpretative strategies in reconstructing cultural meanings in cross-cultural literary translation.

Kata Kunci : Teknik penerjemahan, unsur budaya, chatgpt-5, insan penerjemah, karya sastra

  1. S2-2026-525678-abstract.pdf  
  2. S2-2026-525678-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-525678-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-525678-title.pdf