Laporkan Masalah

Dinamika Perilaku Orangtua Mencari Bantuan Profesional untuk Anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD): Studi Kasus Ditinjau dari Struktur Keluarga

Arifatul Alawiyah, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog

2026 | Tesis | S2 Psikologi

Kesenjangan antara prevalensi ADHD dan akses layanan profesional di Indonesia masih tinggi, dengan perilaku orangtua mencari bantuan sebagai faktor penting yang kerap terhambat. Struktur keluarga merupakan konteks yang membentuk proses tersebut, namun masih terbatas diteliti. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika dan perbedaan perilaku orangtua dalam mencari dan mempertahankan bantuan profesional bagi anak dengan ADHD berdasarkan variasi struktur keluarga. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus melibatkan enam partisipan (tiga keluarga lengkap dan tiga extended single-parent family). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik lintas kasus. Hasil mengidentifikasi empat mekanisme inti yang membedakan dinamika kedua struktur keluarga: pembentukan urgensi, legitimasi keputusan, ruang otonomi ibu, dan keberlanjutan akses. Pada keluarga lengkap, akses dan keberlanjutan layanan bergantung pada kesepakatan pasangan dan lebih rentan terhenti ketika kapasitas pengasuhan tidak terinternalisasi secara personal. Sebaliknya, pada extended single-parent family, akses dan keberlanjutan layanan terutama digerakkan oleh agensi ibu, dengan dukungan keluarga besar sebagai prasyarat struktural. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan struktur keluarga dan dinamika relasi dalam pengembangan layanan ADHD yang kontekstual.

The gap between ADHD prevalence and access to professional services in Indonesia remains substantial, with parental help-seeking playing a critical yet often constrained role. Family structure is an important contextual factor shaping this process but remains underexplored. This qualitative case study examined differences in parental help-seeking and service continuity for children with ADHD across family structures. Semi-structured interviews were conducted with six parents (three two-parent families and three extended single-parent families) and analysed using cross-case thematic analysis. The findings identified four core mechanisms differentiating the two-family structures: construction of urgency, decision legitimisation, maternal autonomy, and continuity of access. In two-parent families, access and continuity depended on spousal agreement and were more vulnerable to discontinuation when caregiving capacity was not personally internalised. In contrast, in extended single-parent families, access and continuity were primarily driven by maternal agency, with extended family support functioning as a structural precondition. These findings underscore the importance of considering family structure and relational dynamics in the development of context-sensitive ADHD services.

Kata Kunci : perilaku orangtua mencari bantuan profesional, ADHD, anak, struktur keluarga/parental professional help-seeking behavior, ADHD, children, family structure

  1. S2-2026-527611-abstract.pdf  
  2. S2-2026-527611-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-527611-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-527611-title.pdf