Laporkan Masalah

Pemberdayaan Pemuda Desa Melalui Program Pemuda Mandiri Membangun Desa: Kepemimpinan dan Kerja Sama Sosial di DIY (Studi Kasus tahun 2017)

Muhammad Aga Sekamdo, Prof. Drs. Muhadjir Muhammad Darwin, MPA., Ph.D.; Drs. Mulyadi, M.P.P., Ph.D.; Muhammad Najib Azca, Ph.D.

2025 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) 2017 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pengembangan kepemimpinan pemuda, kerja sama sosial, serta dampaknya terhadap pembangunan desa berkelanjutan. Desain penelitian menggunakan metode embedded mixed methods dengan pengumpulan data kualitatif primer melalui wawancara mendalam dan QA online yang melibatkan 16 informan utama dan 13 informan pendukung, serta data kuantitatif pelengkap melalui kuesioner yang diisi oleh 26 peserta. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik dan deskriptif dengan triangulasi multi-sumber untuk memastikan validitas hasil.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa PMMD efektif dalam meningkatkan beberapa indikator, yaitu: kepercayaan diri (mean 4,15), komunikasi efektif (mean 4,27), pengelolaan kegiatan (mean 4,31), dan motivasi (mean 4,42). Selain itu, program ini memperkuat kerja sama sosial antara pemuda, aparat, dan masyarakat dengan skor rata-rata antara 4,19 hingga 4,50. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan dana, durasi program yang hanya 2,5 bulan, dukungan keluarga yang minim, dan resistensi budaya di beberapa daerah. Dampak positif program ini antara lain meningkatnya partisipasi masyarakat (skor 4,00+), kemandirian ekonomi, dan transformasi sosial.

Kontribusi penelitian ini adalah dalam memberikan model pemberdayaan pemuda yang kontekstual dengan kondisi DIY yang memiliki tingkat urbanisasi tinggi. Rekomendasi yang dihasilkan adalah memperpanjang durasi program, meningkatkan dana, dan melakukan adaptasi dengan kondisi lokal agar hasilnya lebih optimal.

This study aims to evaluate the effectiveness of the 2017 Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) Program in the Special Region of Yogyakarta (DIY) in developing youth leadership, social cooperation, and its impact on sustainable rural development. The research employed an embedded mixed-methods design, collecting primary qualitative data through in-depth interviews and online Q&A involving 16 key informants and 13 supporting informants, as well as complementary quantitative data from questionnaires completed by 26 participants. Data analysis was conducted using thematic and descriptive analysis, with multi-source triangulation applied to ensure the validity of the findings.

The findings indicate that PMMD was effective in improving several indicators, namely self-confidence (mean 4.15), effective communication (mean 4.27), activity management (mean 4.31), and motivation (mean 4.42). In addition, the program strengthened social cooperation among youth, local officials, and the community, with average scores ranging from 4.19 to 4.50. However, the program faced several constraints, including limited funding, a short program duration of only 2.5 months, minimal family support, and cultural resistance in certain areas. The positive impacts of the program include increased community participation (scores above 4.00), improved economic self-reliance, and social transformation.

The contribution of this study lies in providing a youth empowerment model that is contextual to the conditions of DIY, which is characterized by a high level of urbanization. The resulting recommendations include extending the program duration, increasing funding, and adapting the program to local conditions to achieve more optimal outcomes.

Kata Kunci : PMMD, kepemimpinan pemuda, kerja sama sosial, mixed methods, pembangunan desa berkelanjutan, DIY.

  1. S3-2025-420523-abstract.pdf  
  2. S3-2025-420523-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-420523-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-420523-title.pdf