Comparison of Chest X-ray of Pulmonary Bacteriological TB Patients With DM and Non-DM at RSUP Sardjito
Annisa Dinda Maharani, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K); dr. Nurhuda Hendra Setyawan, S.Ked., Sp.Rad
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Diabetes melitus (DM) merupakan komorbid yang semakin sering ditemukan pada pasien TB dan diketahui meningkatkan risiko kejadian TB aktif serta mempengaruhi respons imun. Keberadaan DM diduga berperan dalam memodifikasi gambaran radiologis TB paru, namun bukti lokal di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Membandingkan temuan foto toraks pada pasien tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis dengan dan tanpa diabetes melitus di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang retrospektif. Data diambil dari rekam medis dan arsip foto toraks pasien TB paru terkonfirmasi bakteriologis yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito periode 2020–2022. Sebanyak 198 pasien memenuhi kriteria inklusi dan dikelompokkan menjadi TB dengan DM dan TB tanpa DM. Variabel radiologis yang dianalisis meliputi kavitas paru, distribusi lesi (unilateral/bilateral),
konsolidasi, infiltrat, fibrosis paru, dan efusi pleura. Analisis statistik dilakukan untuk menilai perbedaan temuan radiologis antar kelompok.
Hasil: Pasien TB dengan DM menunjukkan frekuensi kavitas paru dan keterlibatan bilateral paru yang lebih tinggi dibandingkan pasien TB tanpa DM. Lesi paru pada kelompok TB–DM cenderung lebih luas dan berat. Temuan konsolidasi dan infiltrat juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan DM, meskipun beberapa parameter tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Diabetes melitus berhubungan dengan gambaran foto toraks yang lebih berat pada pasien tuberkulosis paru. Pengenalan pola radiologis yang khas pada pasien TB dengan DM penting untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan penatalaksanaan klinis.
Kata kunci: tuberkulosis paru; diabetes melitus; foto toraks; gambaran radiologis
Background :Tuberculosis (TB), a bacterial infection caused by Mycobacterium tuberculosis, primarily targets the lungs, resulting in pulmonary disease being the most common manifestation of the illness. The presence of diabetes mellitus (DM) is known to increase the risk of TB and can affect the presence and treatment response of TB. The incidence of Diabetes Mellitus (DM) in the world is rising particularly in developing countries including Indonesia, where Pulmonary Tuberculosis (TB) is the most common. Indonesia faces a high prevalence of both TB and DM. According to the Indonesian Ministry of Health (2023), Indonesia ranks third globally in TB cases, with an estimated 824,000 new cases and 114,000 deaths in 2022. Furthermore, the International Diabetes Federation (2023) estimates that over 16.7 million Indonesians have diabetes, with a projected rise to 21.3 million by 2045. Chest X-ray is one of the first instance examinations for detecting suspected tuberculosis because it is a safe, effective modality, with high sensitivity, wide availability, and relatively low cost. The comparison of chest X-rays in TB patients with DM and Non DM can be used to improve the diagnosis and management of TB patients with DM at RSUP Sardjito.
Purpose :To compare the chest X-ray findings of pulmonary bacteriological TB patients with and without diabetes mellitus (DM) at RSUP Sardjito Yogyakarta.
Methods :This study used an analytic observational design with cross-sectional data analysis methods. The research data was taken retrospectively from secondary data in the form of patient medical records and chest X-ray imaging data. Chi-square analysis was used to determine whether there was a significant difference in the severity of chest X-ray findings between TB patients with DM and those without DM.
Keywords :Tuberculosis, Pulmonary Disease, Diabetes Mellitus, Chest X-ray, Mycobacterium tuberculosis.
Kata Kunci : Tuberculosis, Pulmonary Disease, Diabetes Mellitus, Chest X-ray, Mycobacterium tuberculosis.