Hubungan Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) pada Kejadian Infeksi dalam Minggu Pertama Fase Induksi Pasien Keganasan Hematologi Anak
Riandita Wiratri, Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A(K); dr. Bambang Ardianto, M.Sc., Ph.D., Sp.A
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar
belakang : Infeksi kerap menjadi tantangan
pada pengobatan pasien dengan keganasan hematologi. Infeksi pada masa
pengobatan pasien keganasan darah tidak hanya mengganggu kelanjutan terapi,
tetapi juga memperpanjang waktu rawat inap pasien, menambah biaya medis, dan
meningkatkan risiko kematian. Oleh karena itu, infeksi menjadi topik yang
penting diteliti untuk meningkatkan luaran terapi pasien keganasan darah anak.
Penelitian terdahulu telah banyak membuktikan adanya hubungan signifikan antara
Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan kejadian infeksi. Pemeriksaan RNL dapat
dilakukan dengan mudah dan terjangkau melalui pemeriksaan MDT.
Tujuan:
Untuk mengetahui hubungan RNL saat diagnosis dengan kejadian infeksi selama minggu
pertama fase induksi pada pasien keganasan darah anak.
Metode:
Penelitian menggunakan metode kohort retrospektif dengan data rekam medis
pasien Divisi Hemato Onkologi Ilmu Kesehatan Anak RS Sardjito. Analisis
statistik menggunakan analisis chi-square dan analisis
multivariat regresi logistik. Subjek penelitian adalah pasien anak penderita
keganasan hematologi yang dirawat di RS Sardjito periode Januari 2020 hingga
Juli 2025.
Hasil: Sebanyak 464 data rekam medis pasien anak keganasan darah RS Sardjito dianalisis dalam penelitian ini. Variabel usia, jenis kelamin, status gizi, dan RNL dianalisis untuk melihat hubungannya dengan kejadian infeksi. Tidak ada perbedaan signifikan antara usia, jenis kelamin, status gizi, dan RNL pasien terhadap kejadian infeksi dengan masing-masing p-value 0,457; 0,212; 0,921; dan 0,28. Variabel RNL dan jenis kelamin ini dianalisis lebih lanjut dengan analisis multivariabel regresi logistik. Tidak ada hubungan signfikan antara jenis kelamin dan RNL terhadap kejadian infeksi dengan masing-masing OR dan (p-value) 1,27 (p=0,296); 1,26 (p=0,224).
Kesimpulan: RNL tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi dan pengaruh RNL menjadi faktor prediktor infeksi pada minggu pertama fase induksi sangat lemah.
Background: Infection is a
frequent challenge in the treatment of patients with hematological
malignancies. Infection during treatment for hematological malignancies not
only disrupts the continuation of therapy but also prolongs hospitalization,
increases medical costs, and increases the risk of death. Therefore, infection
is an important topic for research to improve therapeutic outcomes in pediatric
hematological malignancies. Previous studies demonstrated a significant
association between the Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) and the incidence of
infection. NLR testing can be easily and affordably performed through Peripheral
Blood Morphology (PBM).
Objective: To determine the association between
NLR at diagnosis and the incidence of infection during the first week of the
induction phase in pediatric hematological malignancy patients.
Methods: This study used a
retrospective cohort study using medical records from patients in the
Hemato-Oncology Division of Pediatrics, Sardjito Hospital. Statistical analysis
used chi-square analysis and multivariate logistic regression. The subjects were
pediatric patients with hematological malignancies treated at Sardjito Hospital
from January 2020 to July 2025.
Results: A total of 464 medical records of pediatric patients with hematologic malignancies at Sardjito Hospital were analyzed in this study. Age, gender, nutritional status, and NLR were analyzed to identify the association of these factors with an infection event. There were no significant differences between age, gender, nutritional status, and NLR on infection incidence, with p-values of 0.457; 0.212; 0.921; and 0.28, respectively. These NLR and gender variables were further explained using multivariable logistic regression analysis. There was no significant association between gender and NLR on infection incidence, with ORs and p-values of 1.27 (p=0.296), and 1.26 (p=0.224).
Conclusion: NLR did not significantly correlate with infection incidence and its influence as a predictor of infection in the first week of the induction phase was very weak.
Kata Kunci : Rasio neutrofil limfosit, infeksi, keganasan hematologi, dan pasien anak.