Women at the Crossroads: An Analysis of Inner Conflict and Vulnerability of Women in Ave Maryam (2018)
Karen Erina Puimera, Prof. Dr. Wening Udasmoro, SS, M.Hum., DEA; Dr. Leonard Chrysostomos Epafras, S.Si., M. Th
2026 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Film Ave Maryam karya sutradara Robby Ertanto menjadi sebuah oase di tengah padang pasir dalam membahas fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan sebagai seorang biarawati dalam agama Katolik. Kajian ini bermakna dalama menggali konflik batin dan tujuan dari tokoh utama. Kondisi ini juga dipicu oleh ketidaksesuaian antara jati diri yang sebenarnya dengan harapan terhadap diri sendiri dan harapan orang lain melalui norma sosial dan tradisi keagamaan. Ketidaksesuaian jati diri ini juga mencerminkan bahwa manusia memiliki sisi yang rentan dan rapuh, terutama pada seorang perempuan. Keretnanan ini menunjukkan kelemahan, namun apda saat yang sama memperlihatkan kekuatan yang tersembunyi dalam ketidakberdayaan. Kerentanan ini juga menunjukkan struktur kekuasaaan gender patriarkal yang hadir dan memengaruhi transformasi tokoh spiritual utama. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Data yang dikumpulkan dengan cara menonton film secara berulang dan menggunakan metode analisis teks untuk menginterpretasikan data, yang juga dianalisis menggunakan teori self-discrepancy oleh E. Tory Higgins serta konsep kerenatnan dari Judith Butler. Penelitian ini diharapkan menghasilkan ringkasan tentang konflik batin yang dialami oleh tokoh utama di bawah tekanan norma sosial dan agama. Lebih lanjut, kajian ini melihat bagaimana konflik batin menampilkan kerentanan yang memunculkan struktur kekuasaan gender patriarkal dalam kehidupan religius. Dengan demikian, melalui kajian ini akan terlihat bagaimana pandangan terhadap citra diri serta transformasi tokoh spiritual utama dalam menjalani kehidupan religius di tengah guncangan konflik batin dan kerentanan. Hasil akhir dari kajian ini menyimpulkan bahwa film Ave Maryam memberikan gambaran tentang dinamika konflik batin seorang biarawati, dan melalui kerentanan seorang biarawati, kajian ini juga mengkritik struktur kekuasaan yang mengontrol dan mendefinisikan perna perempuan dalam ranah religius.
The Ave Maryam film by director Robby Ertanto becomes an oasis in the middle of the desert discussing the phenomena that occur in life because of being a monk in the Catholic religion. This study is meaningful in exploring the inner conflict and the purpose of the main character. This condition is also triggered by the inconsistency of the actual self in answering one's expectations of oneself and others' expectations through social customs and religious traditions. The inconsistency of the self also reflects that humans have a vulnerable and vulnerable side, especially in a woman. This vulnerability shows weakness but at the same time shows the strength that is hidden in helplessness. This vulnerability also shows the patriarchal gender power structure that is present and influences the transformation of the main spiritual figure. This study uses a qualitative descriptive method. This study uses Norman Fairclough's critical discourse analysis. Data were collected by watching continuously and using text analysis methods to interpret data which were also analyzed with E. Torry Higgins' self-discrepancy theory and vulnerability by Judith Butler. This study is expected to produce a summary of the inner conflict experienced by the main character with the pressure of social and religious norms. Furthermore, this study looks at how inner conflict displays a vulnerability that causes patriarchal gender power structures in religious life. Thus, through this study, it will be seen how the view of self-image and also the transformation of the main spiritual figure in living a religious life amidst the shock of inner conflict and vulnerability. The final result of this study concludes that the film Ave Maryam provides a picture of the dynamics of a nun's inner conflict, and through the vulnerability of a nun, this study also criticizes the power structure that controls and defines the role of women in the religious sphere.
Kata Kunci : film, women, nuns, inner conflict, vulnerability