Laporkan Masalah

Gambaran Keterkaitan dari Model Organisasi Rumah Sakit Pendidikan terhadap Luaran Kuantitatif dan Kualitatif Pasien: Studi Kasus di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Gregorius Prakhasa Prabowo, dr. Dewi Ratmasari, M.P.H.; Lusha Ayu Astari, S.KM., M.P.H.; dr. Haryo Bismantara, M.P.H.

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Tata kelola organisasi rumah sakit (RS) pendidikan berbeda dengan rumah sakit pada umumnya, yakni selain memberikan pelayanan kesehatan, RS pendidikan memiliki fungsi dalam menyelenggarakan penelitian dan pendidikan secara terintegrasi. Model tata kelola RS Pendidikan tersebut dapat mempengaruhi bagaimana persepsi dan pengalaman pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan di suatu RS Pendidikan. Untuk itu, diperlukan suatu kajian untuk dapat menggambarkan keterkaitan penyelenggaraan tata kelola RS pendidikan terhadap pelayanan kesehatan dari perspektif pasien, mengingat pasien merupakan pusat dari seluruh upaya pelayanan kesehatan.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan keterkaitan penyelenggaraan RS Pendidikan terhadap perspektif kuantitatif dan kualitatif pasien dalam mengikuti proses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada.

Metode: Penelitian ini merupakan suatu studi kasus dengan pendekatan mixed-method eksplanatori yang diselenggarakan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling dengan melibatkan pasien di rawat jalan. Pengumpulan data sekunder dilakukan untuk mengidentifikasi tren Indeks Kepuasan Masyarakat Rawat Jalan RSA UGM. Data sekunder dianalisis secara deskriptif. Selain itu, data primer didapatkan melalui survei untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan, keinginan untuk kembali, serta persepsi secara keseluruhan pasien terhadap pelayanan kesehatan di RSA UGM.

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa model organisasi RS Pendidikan di RSA UGM berkontribusi positif terhadap mutu pelayanan. Indeks kepuasan masyarakat rawat jalan berada pada kategori “Sangat Baik”, dengan mayoritas pasien menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan. Pengalaman pasien mengindikasikan adanya hubungan erat antara tata kelola organisasi dengan kepercayaan, dan keinginan untuk kembali menggunakan layanan.

Kesimpulan: Model organisasi RS Pendidikan yang diterapkan di RSA UGM mendukung pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Tata kelola yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian dapat memperkuat kepuasan pasien. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model organisasi RS pendidikan memiliki keterkaitan positif dengan luaran kuantitatif dan kualitatif pasien, sehingga dapat dijadikan dasar pengembangan kebijakan mutu pelayanan di rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Background: The governance of teaching hospitals differs from that of general hospitals. In addition to providing healthcare services, teaching hospitals also serve an integrated role in conducting research and education. This governance model can influence patients’ perceptions and experiences in accessing healthcare services at a teaching hospital. Therefore, a comprehensive study is needed to illustrate the relationship between teaching hospital governance and healthcare delivery from the patient’s perspective, given that patients are the central focus of all healthcare efforts.

Objective: The objective of this study is to describe the relationship between the governance of a teaching hospital and patients’ quantitative and qualitative perspectives in experiencing healthcare services at the Academic Hospital of Universitas Gadjah Mada

Methods: This research is a case study using an explanatory mixed-methods approach, conducted at the Academic Hospital of Universitas Gadjah Mada. The sample was selected through purposive sampling, involving outpatients. Secondary data were collected to identify trends in the Outpatient Public Satisfaction Index at RSA UGM and analyzed descriptively. In addition, primary data were obtained through surveys to assess patient satisfaction, intention to return, and overall perceptions of healthcare services at RSA UGM.

Results: The study shows that the organizational model of a teaching hospital at RSA UGM contributes positively to service quality. The outpatient satisfaction index falls into the “Excellent” category, with the majority of patients reporting satisfaction with the services provided. Patient experience indicate a strong relationship between hospital governance, trust, and intention to return for future services.

Conclusion: The teaching hospital governance model implemented at RSA UGM supports patient-centered healthcare services. Integrated governance that combines education and research strengthens patient satisfaction. Overall, this study confirms that the teaching hospital organizational model has a positive association with both quantitative and qualitative patient outcomes, providing a foundation for developing quality improvement policies in teaching hospitals across Indonesia.

Kata Kunci : Tata Kelola, Rumah Sakit Pendidikan, Pasien

  1. S1-2026-503673-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503673-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503673-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503673-title.pdf