Manajemen Risiko Pada Usaha Tani Jagung di Kabupaten Bima
Gladys Amanda, Dr. Ir. Lestari Rahayu Walujati, M.P (Dosen Pembimbing Utama); Arini Wahyu Utami, Ph.D (Dosen Pembimbing Pendamping)
2026 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Jagung merupakan tanaman palawija dengan pemanfaatan yang cukup beragam, khususnya sebagai bahan pangan bagi manusia serta sebagai bahan baku pakan ternak. Dalam praktiknya, petani kerap dihadapkan pada berbagai kendala, seperti tingginya biaya produksi serta ketidakstabilan harga jual. Kondisi tersebut menuntut adanya penerapan manajemen risiko yang efektif agar ketahanan petani dapat ditingkatkan serta keberlanjutan usaha tani jagung dapat terjaga. Tujuan penelitian ini ialah : 1) menganalisis tingkat risiko produksi, 2) menganalisis tingkat risiko pendapatan, dan 3) merumuskan strategi mitigasi yang tepat dalam mengadapi risiko pada usaha tani jagung di Kabupaten Bima. Jumlah petani yang dijadikan responden pada penelitian ini sebanyak 50 orang di Kecamatan Tambora dan 50 orang di Kecamatan Soromandi dengan quota sampling, kemudian ditentukan dengan purposive sampling. Metode analisis data tujuan satu dan dua yaitu dengan menghitung koevisien variasi, sedangkan tujuan tiga menggunakan model House of Risk (HOR). Identifikasi dan penilaian sumber risiko dilakukan menggunakan model HOR fase 1 melalui Focus Group Discussion (FGD). Peserta FGD ditentukan secara purposive, yaitu dilakukan dengan petani dan pemangku kepentingan di setiap desa yakni sebanyak 7 orang. Selanjutnya, dilakukan wawancara kembali untuk memverifikasi HOR fase 1 untuk membuat strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi yang diterima petani tergolong rendah dengan CV (0,40), risiko pendapatan yang diterima petani jagung di Kabupaten Bima tergolong tinggi dengan nilai CV (0,76), dan strategi mitigasi yang perlu diterapkan petani yaitu: dilakukannya pengawasan yang ketat, adanya asuransi petani dan pembuatan embung.
Corn is a secondary crop that serves a wide range of purposes, particularly as a food source for people and as feed for livestock. In reality, farmers encounter various difficulties, such as elevated production costs and fluctuations in pricing. These circumstances necessitate the adoption of effective risk management strategies to improve the resilience of farmers and promote the sustainability of corn agriculture. This study aims to: 1) assess production risks, 2) evaluate levels of income risk, and 3) develop suitable strategies to mitigate risks associated with corn farming in Bima Regency. The study included 50 farmer respondents from Tambora District and 50 from Soromandi District, chosen through quota sampling and subsequently selected using purposive sampling. The analytical methods for objectives one and two involved computing the coefficient of variation, while objective three utilized the House of Risk (HOR) model. The identification and evaluation of risk sources were performed using the first phase of HOR through Focus Group Discussions (FGD). Participants for the FGD were deliberately chosen, including farmers and stakeholders from each village, with a total of seven individuals. Afterward, additional interviews were held to confirm the findings from HOR phase one, aiming to formulate risk mitigation strategies. The findings of the research indicated that farmers experienced a relatively low production risk, with a coefficient of variation (CV) of 0.40. Conversely, the income risk encountered by corn farmers in Bima Regency was considerably high, reflected by a CV of 0.76. Recommended mitigation strategies that farmers should adopt encompass effective oversight, insurance for farmers, and the development of water reservoirs.
Kata Kunci : Corn Farming, Production Risk, Income Ris, Focus Group Discussion (FGD), House of Risk (HOR)