Analisis Faktor Kegagalan Mediasi Antara Eks Pekerja PT Encona dan PT Encona
Nadia Firdaus, Diah Kusumaningrum, S.I.P., M.A., Ph.D., Dr. Titik Firawati, S. I. P., M.A.
2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Konflik hubungan industrial merupakan persoalan yang kerap terjadi dalam relasi antara pekerja dan perusahaan di Indonesia. Salah satu mekanisme penyelesaian konflik yang disediakan oleh negara adalah mediasi melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Namun dalam praktiknya, mekanisme ini tidak selalu menghasilkan kesepakatan antara pihak yang berkonflik. Artikel ini menganalisis kegagalan mediasi dalam konflik antara eks pekerja PT Encona dan perusahaan terkait penunggakan upah pada proyek RDMP JO Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan mediasi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu mediator, tetapi juga oleh faktor struktural yang lebih luas, seperti ketimpangan relasi kuasa antara pekerja dan perusahaan serta keterbatasan kewenangan institusi negara dalam proses mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme mediasi dalam hubungan industrial di Indonesia masih menghadapi kendala institusional yang membatasi kemampuannya dalam menghasilkan penyelesaian konflik yang efektif.
Industrial relations conflicts are a common issue in relations between workers and companies in Indonesia. One conflict resolution mechanism provided by the state is mediation through the Manpower Office (Disnaker). However, in practice, this mechanism does not always result in an agreement between the conflicting parties. This article analyzes the failure of mediation in a conflict between former PT Encona workers and the company regarding wage arrears in the Balikpapan JO RDMP project. This research uses a qualitative approach with a case study method through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that the failure of mediation is not solely caused by individual factors of the mediator, but also by broader structural factors, such as the unequal power relations between workers and companies and the limited authority of state institutions in the mediation process. These findings indicate that mediation mechanisms in industrial relations in Indonesia still face institutional constraints that limit their ability to produce effective conflict resolution.
Kata Kunci : Industrial Relations Conflict, Mediation Failure, State Mediation