Analisis Kelangsungan Hidup Pasien Kanker Payudara Stadium Metastasis Dengan HER2 Positif Pada Peserta Program Jaminan Kesehatan yang Mendapatkan Terapi Trastuzumab 8 Siklus: Studi Kohort Retrospektif Tahun 2014–2025
Mokhamad Cucu Zakaria, Prof. Dr. Erna Kristin , Apt., M.Si.; dr. Rizki Tsalatshita Khair Mahardya, MPH.
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
Belakang: Kanker payudara metastasis dengan overekspresi human epidermal
growth factor receptor 2 (HER2) memberi beban klinis dan pembiayaan yang
tinggi. Terapi trastuzumab telah terbukti meningkatkan kelangsungan hidup
pasien, namun penggunaannya dalam skema Program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) memerlukan bukti dunia nyata untuk mendukung keberlanjutan kebijakan
pembiayaan dan praktik klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis luaran kelangsungan hidup pasien kanker payudara metastasis
HER2-positif peserta JKN yang menerima terapi trastuzumab sebanyak 8 siklus
serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kematian. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan memanfaatkan data
administratif sekunder JKN periode 2014–2025. Analisis kelangsungan hidup
dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier, uji log-rank, dan regresi Cox
proportional hazards univariat. Hasil: Dari
2.482 pasien yang menerima delapan siklus trastuzumab, tercatat 710 kematian
dan 1.772 masih hidup selama masa pemantaun 24 bulan. Analisis Kaplan–Meier
menunjukkan kelangsungan hidup sebesar 92,39% pada 12 bulan pertama dan 71,39%
pada 24 bulan pertama setelah inisiasi terapi. Uji log-rank menunjukkan
perbedaan kelangsungan hidup yang bermakna secara statistik berdasarkan status
iuran kepesertaan JKN (PBI vs Non PBI), segmen kepesertaan, dan keberadaan
komorbiditas jantung (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed> 0,05). Kesimpulan: Pemberian
trastuzumab selama delapan siklus memberikan manfaat kelangsungan hidup yang
bermakna bagi pasien kanker payudara metastasis HER2-positif dalam sistem JKN.
Temuan ini menegaskan pentingnya keberlanjutan akses terhadap terapi target,
standardisasi pelayanan onkologi, serta perlindungan finansial dalam mencapai
luaran klinis yang adil. Analisis multivariat lanjutan dan studi prospektif
dengan data klinis yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi
faktor prognostik independen dan mendukung pengambilan keputusan kebijakan
jangka panjang.
Kata Kunci: kanker payudara metastasis, HER2-positif, trastuzumab, analisis kelangsungan hidup, jaminan kesehatan nasional, cox proportional hazards.
Background: Metastatic breast cancer with overexpression
of human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) imposes a substantial
clinical and financial burden. Trastuzumab therapy has been proven to improve
patient survival; however, its use within Indonesia’s National Health Insurance
(Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) scheme requires real-world evidence to support
the sustainability of financing policies and clinical practice. Objective:
This study aimed to evaluate overall survival outcomes among JKN beneficiaries
with HER2-positive metastatic breast cancer who received eight cycles of
trastuzumab and to identify factors associated with mortality risk. Methods:
We conducted a retrospective cohort study using secondary administrative JKN
data from 2014–2025. Survival analyses were performed using the Kaplan–Meier
method, the log-rank test, and univariable Cox proportional hazards regression.
Results: Among 2,482 patients who received eight cycles of trastuzumab,
710 deaths occurred and 1,772 patients were alive during the 24-month follow-up
period. Kaplan–Meier estimates showed an overall survival of 92.39% at 12
months and 71.39% at 24 months after treatment initiation. Log-rank tests
indicated statistically significant differences in survival by JKN contribution
status (premium subsidy beneficiaries/PBI vs non-PBI), membership segment, and
the presence of cardiac comorbidity (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed> 0.05). Conclusion:
Eight cycles of trastuzumab were associated with meaningful survival benefits
for patients with HER2-positive metastatic breast cancer within the JKN system.
These findings highlight the importance of sustaining access to targeted
therapy, standardizing oncology services, and strengthening financial
protection to achieve equitable clinical outcomes. Further multivariable
analyses and prospective studies with more comprehensive clinical data are
needed to identify independent prognostic factors and inform long-term policy
decision-making.
Keywords: metastatic breast cancer,
HER2-positive, trastuzumab, survival analysis, national health insurance, cox
proportional hazards.
Kata Kunci : Kata Kunci: kanker payudara metastasis, HER2-positif, trastuzumab, analisis kelangsungan hidup, jaminan kesehatan nasional, cox proportional hazards.