Skor NEOS sebagai Prediktor Luaran Fungsional pada Anak dengan Ensefalitis Autoimun
Andry Juliansen, Prof.Dr.dr. Elisabeth S Herini, Sp.A(K); Dr.dr. Agung Triono, Sp.A(K)
2026 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK
Tujuan Penelitian. Ensefalitis autoimun (EA) adalah gangguan autoimun susunan saraf pusat dengan
manifestasi klinis kejang, gangguan gerak, gangguan perilaku dan gangguan
memori. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui luaran fungsional anak dengan
EA dan mengetahui peran skor NEOS, jenis kelamin, usia, dan jenis terapi EA
sebagai faktor prediktor luaran fungsional setelah 1 tahun terapi.
Metode. Studi kohort retrospektif dari rekam medis dilakukan di RS Sardjito pada
anak usia 1 – 18 tahun dengan EA (anti-NMDAR maupun non anti-NMDAR) dari tahun
2019 hingga 2024 yang telah diterapi selama minimal 1 tahun. Skor NEOS (0
sampai 5) dikalkulasi dari lima komponen di awal perjalanan penyakit. Luaran
fungsional setelah 1 tahun dinilai dengan skala Rankin modifikasi (mRS).
Kemampuan prediksi skor NEOS dan faktor prediktor lain dianalisis dalam
kaitannya dengan skala mRS sebagai luaran.
Hasil Penelitian. Sebanyak 50 subjek anak dengan EA yang mendapatkan terapi minimal 1 tahun diikutsertakan dalam penelitian ini. Subjek mayoritas perempuan (54%) dengan median usia 11,9 tahun. Hasil positif anti-NMDAR ditemukan pada 10 (20%) subjek. Sebagian besar subjek (76%) menunjukkan luaran fungsional baik (mRS < 3 p=0,017;>
Kesimpulan. Skor NEOS merupakan prediktor independen luaran fungsional 1 tahun anak
EA di RS Sardjito. Subjek dengan skor NEOS sedang/buruk memiliki rasio odds
luaran fungsional buruk yang lebih tinggi.
Objective. Autoimmune encephalitis (AE) is a central nervous system disorder
commonly presenting with seizures, movement disorders, behavioral disturbances,
and memory impairment. This study aims to determine the functional outcomes of
children with AE and evaluate the role of the NEOS score, gender, age, and
therapy type as predictors of functional outcomes after one year of treatment.
Methods. A retrospective cohort study was conducted at Sardjito Hospital using
medical records from 2019 to 2024. Inclusion criteria were children aged 1–18
years with AE (anti-NMDAR and non-anti-NMDAR) who had received treatment for at
least one year. The NEOS score (0–5) was calculated from five components at the
onset of the disease. Functional outcome after one year was assessed using the
modified Rankin Scale (mRS). The predictive capability of the NEOS score and
other factors was analyzed in relation to mRS scores.
Results. Fifty pediatric subjects were included. The majority were female (54%)
with a median age of 11.9 years. Anti-NMDAR positivity was found in 10 subjects
(20%). Most subjects (76%) demonstrated good functional outcomes (mRS < 3 p=0.017;>Conclusions. The NEOS score is an independent predictor of 1-year functional outcomes
in children with AE at Sardjito Hospital. Higher NEOS scores are significantly
associated with an increased risk of poor functional outcomes.
Kata Kunci : autoimmune encephalitis, NEOS, predictor, functional outcome, modified Rankin Scale