Risiko Pemiskinan dan Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Pascapemukiman Kembali di Desa kuta, Kabupaten Lombok Tengah
Muhammad Virzian Hasbi, Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika membawa implikasi serius terhadap penghidupan masyarakat lokal, terutama bagi mereka yang kehilangan tanah dan tempat tinggalnya. PT ITDC dan pemerintah setempat kemudian menginisiasi aksi pemukiman kembali di sekitar area Bukit Silaq bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal setelah pembebasan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi dampak aksi pemukiman kembali masyarakat akibat ekspansi pembangunan KEK Mandalika, khususnya pada area permukiman baru di Bukit Silaq. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan kebijakan pemukiman kembali masih terbatas pada aspek penyediaan hunian secara fisik semata, sehingga mengabaikan aspek pemulihan penghidupan masyarakat yang telah hilang akibat relokasi. Temuan ini menunjukkan masyarakat terpapar risiko pemiskinan akibat menyusutnya akses sumber daya alam yang sebelumnya menjadi fondasi utama penghidupan mereka. Kondisi ini mengarah pada beberapa dampak, seperti hilangnya mata pencaharian masyarakat dan menurunnya sumber pendapatan mereka. Selain itu, masyarakat masih kesulitan beradaptasi di tengah situasi ini karena kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki tidak sesuai dengan perubahan struktur ekonomi yang baru yang bergeser menuju sektor pariwisata dan jasa.
The development of the Mandalika Special Economic Zone (SEZ) has had serious unintended implications for the livelihoods of local communities, especially those who have lost their land and homes. ITDC and the local government then initiated a resettlement program aroundt he Bukit Silaq area for communities who were left homeless after the land acquisition. This study uses a qualitative method with a case study approach to explore the impact of community resettlement due to the expansion of the Mandalika SEZ, particularly in the new settlement area in Bukit Silaq. The data used in this study are primary and secondary data. The results of this study show that the resettlement policy is still limited to the physical provision of housing, thereby neglecting the restoration of livelihoods that have been lost due to relocation. These findings indicate that the community is exposed to the risk of impoverishment due to the decline in access to natural resources, which previously formed the main foundation of their livelihoods. This condition has led to several impacts, such as the loss of livelihoods and a decline in sources of income for the community. In addition, the community still finds it difficult to adapt to this situation because their abilities and skills are not in line with the new economic structure, which is shifting towards the tourism and service sectors.
Kata Kunci : penghidupan, aksi pemukiman kembali, risiko pemiskinan, adaptasi, livelihood, resettlement action, impoverishment risk, adaptation